CREMONA – Civil Engineering Magazine

Terinspirasi dari sebuah tulisan kawan saya yang bernama Masrur Abdull Hamid Ghani, pemimpin redaksi majalah CREMONA, HMS ITB. Akhirnya saya menulis tulisan ini.

CREMONA..?? identik dengan sebuah metode perhitungan rangka batang di bidang teknik sipil, atau jika search di Google, bisa juga sebuah nama kota si tenggara Italia. Tapi bukan itu yang dimaksud. CREMONA disini adalah sebuah majalah keprofesian dari Himpunan Mahasiswa Sipil ITB (HMS ITB). Menurut sejarah, CREMONA ini adalah majalah keprofesian teknik sipil pertama yang di terbitkan mahasiswa, tahun 60an (saya lupa kapan persisnya). Namun setelah itu vakum dan tidak terdengar lagi kabarnya.

tahun 2005, majalah ini terdengar kembali di dunia. Diterbitkan kembali oleh HMS ITB dengan fokus : Melangkah menuju dunia kerja. Nah, lalu memang apa istimewanya majalah seperti ini..?? majalah dari mahasiswa..

Perbedaannya utamanya dibandingkan dengan majalah teknik sipil lain adalah sudut pandang dari penulis. Jika kebanyakan majalah teknik sipil membahas mengenai metode konstruksi, harga konstruksi, kelebihan konstruksi ini dibandingkan dengan yang itu, inovasi konstruksi, dan lain-lain. Majalah CREMONA ini seharusnya bisa memandang permasalahan di dunia teknik sipil dari sudut pandang para penulis artikel sebagai mahasiswa.

Bagaimana prespektif seorang mahasiswa terhadap hal-hal yang terjadi di dunia sekitarnya yang sesuai dengan bidang dia berkuliah tersebut. Bagaimanakah proses dia berfikir, dan bagaimana (jika mampu) dia memiliki solusi dari permasalahan yang ada. Yang terpenting disini bukanlah konten dari majalah yang selalu harus up to date, karena CREMONA itu bukan majalah komersial. Tapi seharusnya CREMONA itu adalah prasarana, media untuk mahasiswa menyampaikan, mengeluarkan ide-ide, menganalisis sebuah permasalahan.

Sebuah fungsi kritik yang seharunya ada dari kaum mahasiswa pun seharusnya bisa dituangkan dalam tulisan-tulisan di dalam majalah ini dengan tidak mengurangi konten keilmuan dan keprofesian teknik sipil yang dikandungnya.

Berlanjut ke pembelajaran sebagai orang-orang yang terlibat di dalamnya. Ada divisi editor, layout, dana usaha, publikasi, iklan, dlsb. Nah, lalu apa yang bisa didapat..?? bukan hanya sekedar masalah bagaimana majalah CREMONA itu terbit. tapi yang lebih penting adalah bagaimana proses hingga majalah itu terbit, tanpa menghiraukan hasil yang akan didapatkan nantinya. karena pada dasarnya hasil yang didapat adalah ekses dari proses mencapai hasil tersebut. Kesemuanya itu terangkum dalam sebuah divisi HMS ITB yang bernama majalah CREMONA. Adakah pembelajaran yang didapatkan saat semua divisi bekerja sama, beraktivitas bersama hingga menghasilkan sebuah karya nyata..??

Karena menurut saya, hal terkecil yang dapat dilakukan seseorang untuk merubah dunia disekitarnya adalah dengan menulis. Tulisan itu bisa menjadi referensi untuk orang lain, bahkan bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap sebuah hal. Jadi, jika Anda mengaku seorang mahasiswa, dan ingin mengubah dunia, maka hal terkecil yang dilakukan adalah dengan menulis.. dan dengan menulis, orang lain bisa mengetahui kapasitas otak Anda..

Percuma seorang mahasiswa pintar, IPK tinggi, pintar berargumen, namun untuk menuangkan idenya saja sulitnya minta ampun.. percuma, jika orang lain tidak mengetahui, tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Anda..!! Menulislah..!! biarkan dunia tahu pemikiran seperti apa yang ada di dalam otak Anda..!!

Saat ini telah terbit 6 edisi majalah CREMONA dengan edisi terakhir berupa E-Magazine (majalah virtual). Akankah terbit edisi-edisi selanjutnya..?? mari kita nantikan saja..

…dengan smangat ayo maju terus, Hidup HMS ITB..!!!

About these ads

4 Responses

  1. Menarik artikelnya..
    Kami di HMS Unsyiah Banda Aceh juga pernah menerbitkan majalah teknik sipil yang ntah kenapa kebetulan namanya juga “Cremona”. Tapi proyek ini gagal alias tak terjual, tak laku akhirnya cuma jadi sampah. Jadi mungkin mas aryansyah bisa memberikan penjelasan tentang bagaimana sistem penjualan dari Cremona ITB. Terima Kasih

  2. Sebenernya kita gak profit oriented Mas, jadi, untuk modal awal, kita ngedanus ke perusahaan2 yang berkaitan dengan teknik sipil, dengan cara memasang iklan dan kalau ada yang sudi menyumbang, kami mendanus ke alumni2.

    Distribusi dilakukan di lingkungan kampus, himpunan2 di kampus atau luar kampus, alumni beserta kantor2 tempat mereka bekerja, dosen, dan beberapa ada yang kami distribusikan ke toko2 buku di Bandung (waktu dulu di Gunung Agung dan Gramedia Bandung).

  3. Apa kabar ry?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,509 other followers

%d bloggers like this: