Idola Cilik Freak…

Tadi pagi, di himpunan lantei bawah, lagi gogoleran gara2 semalem kurang tidur, sambil nunggu kuliah, Eh, si tipi himpunan nyetel RCTI, ada acara Dahsyat (hahaha, saya pun baru tau ada acaranya namanya ini, dasar gak pernah nonton tipi…)

Si Dahsyat ini menampilkan bintang tamu para Idola Cilik (yang lagi2 saya gak pernah nonton acara ini, hanya sering ngedenger adik saya berbicara tentang Idola cilik). Wah, hebat, mereka nyanyi2, keren2, cakep2, cantik2, disorak2in pula sama penonton…

Eh, tapi kan ini masih pagi yah…?? sekitar jam 10an kalo gak salah… Eh, bukannya jam sekolah yah…?? kok para Idola cilik ini pada gak sekolah yah…??? loh, kok nampil di acara yang live jam 10 pagi…??

Hmmm, miris ngeliatnya sebenernya (subjektif saya)… Para Idola Cilik ini kok nampak seperti sudah dimanfaatkan sebagai mesin hiburan yah…?? Sebenernya bagus acara begini2 untuk mengembangkan bakat dan potensi anak2… tapi kok saya melihatnya lebih sebagai eksploitasi anak yah…??

Kasian loh anak2 itu, kecil2 udah jadi bahan hiburan yang menghasilkan uang… padahal kan anak2 itu belajar, bukan untuk mencari uang, bukan untuk dijadikan mesin hiburan…

Lagian, kalo saya perhatikan, lagu2 yang dinyanyikan oleh para idola cilik sebagian besar adalah lagu2 orang dewasa… lalu kemana identitas anak2 dalam bidang musik…??? kemana trio kwek2, Josua, Chikita Meidi, Susan, Mellisa, Sherina, Agnes Monica…??? yah mereka udah remaja, tapi mana orang2 yang meneruskan perjuangan mereka…?? kok pada gak ada yah…??? yah wajar kalo misalnya anak2 sekarang udah bisa nyanyi lagu Peterpan, ST-12, Kangen Band, apalah itu…

Padahal lirik lagu2 oleh band diatas adalah lirik lagu yang ditujukan untuk orang2 tua dan remaja. Secara psikologis harusnya sih pengaruh besar terhadap perkembangan si anak karena lirik2 lagu itu… masih kecil udah belajar cinta2an, udah kenal selingkuh, udah paham lah nampaknya persoalan2 orang dewasa…

Stimulus2 yang diterima anak2 jaman sekarang nampaknya gak berimbang dengan usianya, dengan mentalnya… entahlah, apa yang dipikirkan orang2 tua mereka, yang dipikirakan para “pemeras” bakat dari media2 hiburan yang hanya mementingkan rating dan keuntungan acara mereka…

Tolonglah dulu… masa iya generasi2 muda kita bakalan dicekokin sama yang begituan… kasian… Biarin mereka berkembang secara sederhana, biarkan mereka peka dengan lingkungan terdekat sekitar mereka dulu, jangan kenalkan mereka dengan gemerlapnya hidup, dengan segala pergaulannya orang2 tua dan kakak2 mereka… Biarkan mereka bermain di sekolahnya, berkembang di lingkungannya, bukan di belakang layar kaca saja…

Gak ngerti lah saya dengan pemikiran2 sekarang di jaman globalisasi sekarang… kasian sama adik2 kita yang kebanyakan sudah hilang identitasnya sebagai anak2 lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s