Tengah Malam yang Melankolis.. hahahaha..

Udah lama gak ngisi blog…

Dan akhirnya saya kembali mengisi Blog di sela-sela UAS, tepatnya 7 jam lagi menuju UAS baja, waktu menunjukkan pukul 01.06 di kompi sayah…

Hah, entah mengapa malam ini seems like a strange night… it’s too silent… Yah, mungkin inilah keindahan malam, keistimewaan malam. Berbahagialah bagi orang-orang yang selalu menikmati malam dari sudut pandang berbeda… Malam itu seolah telah menjadi kawan saya mengerjakan tugas, berfikir merenung, main2 gitar di kamar sendirian, browsing, dan lain-lain…

Malam itu memberikan ketenangan, memberikan kesempatan kita untuk berfikir lebih luas mengenai segala sesuatu, karena malam itu sunyi. Kita tidak diganggu oleh suara-suara luar yang membuyarkan sudut pandang kita secara pribadi. Malam itu memberikan kita kesempatan untuk kita berbicara pada diri kita sendiri sebagai diri kita, bukan berbicara dua arah dalam berbagai sudut pandang. Malam menjadikan diri kita adalah diri kita sendiri.

Dan malam ini, kembali, pikiran itu datang, pikiran yang selama beberapa tahun menjadi pikiran dikala malam. Hmmmm. Saya berfikir mengenai saya dengan keras kepalanya. Terlalu keras memegang prinsip…?? apakah itu buruk…?? mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan ideal..?? apakah itu salah…?? Yah, mungkin hanya waktu yang akan menjawabnya. Seiring waktu, kedewasaan cenderung akan meningkat, dan membuat seseorang lebih matang.

Dan, kembali, saya berfikir mengenai orang itu. Orang yang beberapa kali, beberapa kesempatan selalu hadir dalam pikiran ini. Orang yang beberapa kali menjadi inspirasi bagi tulisan-tulisanku, bagi pengalaman-pengalamanku, petualangan-petualanganku selama saya menjalani hidup yang tidak terasa sudah 21 tahun berlalu.

Impian…

Yah, tidak salah jika kita memiliki impian, karena dengan impianlah segalanya dimulai, dari impianlah, kita bisa memiliki harapan. Saya memiliki impian, impian itu yang sudah ada di atas kening saya, dekat sekali. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah proses saya akan mendapatkan impian itu yang selalu menggantung di depan kening saya…??

Hahahaha, mikir kan tuh… pusing, pusing dah…

Hmmmm, jadi teringat dengan kata2 yang pernah dikirim salah satu teman saya di Italy sana, dan ternyata itu tulisannya Kahlil Gibran, woow… hehehe… kurang lebih begini bunyinya…

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang

Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita

Atau karena ia tidak mempedulikan kita

Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya

Tetapi apabila kamu benar-benar mencintai seseorang,

Jangan dengan mudah kita melepaskannya

Berjuanglah demi cintamu…

Fight for your dream !

Itulah cinta yang sejati..

Bukannya seperti prinsip

” Easy come.. Easy go… “

Lebih baik menunggu orang yang benar-benar kamu inginkan

Daripada berjalan bersama orang

“yang tersedia “

Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai

Daripada orang yang berada di “sekelilingmu “

Lebih baik menunggu orang yang tepat

Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat

Untuk dibuang dengan hanya “seseorang “

Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat

Wow, terlalu melankolis dan terkesan cengeng memang secara sekilas, tapi entahlah, lama kelamaan baca quote diatas menjadikan saya sedikit banyak untuk berfikir seperti itu…

Hahahaha, sampai kapan saya berdiri disini…?? Hmmmm, mungkin sampai orang yang benar-benar tepat itu ada… =)

Dan kembali, orang yang benar-benar tepat itu seolah sudah ada di depan kening saya, menjadi impian saya…

Karena masa depan itu perlu direncanakan, saya belum berani mengambil langkah untuk yang satu ini, biarlah waktu yang akan menjawab, menjadikan segala sesuatunya tumbuh dewasa dan menjadikan segala sesuatunya matang…

Biarlah sementara dia menjadi impian saya hingga saya benar-benar siap untuk segala konsekuensinya… Saya akan terus berdiri disini sampai saya benar-benar yakin waktu telah mematangkan segala sesuatunya, dan saya siap melangkah.. bersamanya…

Lebih baik menunggu orang yang benar-benar kamu inginkan, daripada berjalan bersama orang “yang tersedia”. Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada orang yang berada di”sekelilingmu”. Lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya “seseorang” atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat…

Kembali, saya ucapkan terima kasih kepada malam yang telah menjadi kawan dan tempat saya untuk berfikir, merenung, dan ngelamun, hehehehe…

01.29
Wanjoy… 6 1/2 jam lagi ujian baja… mampus Awak…

One thought on “Tengah Malam yang Melankolis.. hahahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s