Berjalan kaki di Bandung…

07 Juli 2009

Hari ini saya masukin motor buat di servis ke bengkel di bilangan Sukahaji sana, daerah Gerlong. Tujuan selanjutnya hari ini adalah ke kampus. Entah terinspirasi darimana atau emang sedang mood buat jalan, akhirnya setelah naik angkot sampe Gerlong, saya jalan kaki ke arah bawah, ke arah kampus.

Udah lama gak jalan kaki kek begini… waktu menunjukkan pukul 11.17 dan matahari pun sudah mulai mendaki puncaknya. Ah, tapi tetep weh jalan… Selama perjalanan, saya keinget sama seorang traveller dari luar negeri yang pernah berkunjung ke Indonesia sini. Dia pernah bilang gini.

“Ada 1 hal yang tidak bisa dinikmati di Indonesia. Yaitu berjalan kaki…”

Emang sih, kalo dipikir2, Pedestrian area (prasarana untuk berjalan kaki) di perkotaan di Indonesia sekarang sangat minim sekali. Entah karena kebanyakan orang Indonesia sekarang yang sudah kurang menyukai berjalan kaki, atau karena memang pemerintahnya tidak menyediakan prasarana pedestrian area sebagaimana mestinya.

Yap, berjalan kaki itu menyenangkan… kita bisa melihat hal-hal baru… kita bisa melihat hal-hal yang biasanya kita lewati, yang biasa kita hiraukan kalau kita mengendarai kendaraan. Dengan berjalan kaki, lebih sehat jelas lah yah…, tapi jalan kaki juga biasanya memberikan kepuasan tersendiri bagi orang yang suka jalan kaki. Kita bisa lebih “melihat” keadaan sekitar kita seperti apa. Kita bisa lebih bersosialisasi, bisa lebih mengenal kalau ternyata masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita, kita bisa melihat ternyata tatanan masyarakat madani di perkotaan ini masih jauh..

Yap, menikmati hidup dengan berjalan kaki.. bayangkan kalau saja kita bisa berjalan kaki dengan nyaman dari tujuan kita ke tujuan lainnya, dipayungi pohon2 besar yang meneduhkan kita dari sengatan sinar matahari, setiap 1 km disediakan water tap untuk pejalan kaki, kita bisa lebih banyak ngobrol sama temen2 kita, sama sahabat, keluarga, orang terkasih, pacar, dll. Kalau pun kita lagi buru2, tersedia sarana angkutan massal seperti busway, orang2 sudah meninggalkan motor2 dan mobil2 pribadinya di rumah. Kebanyakan kendaraan di jalan adalah sarana transportasi massal, entah trem, shuttle bus, monorail, kereta, dan tentunya bukan angkot yang bikin pusing…

Arrrggkkhh..!! kapan Bandung bisa kek begini..?? yang ada makin panas dan makin penuh dengan polusi sekarang ini..

3 thoughts on “Berjalan kaki di Bandung…

  1. liat dari Achmad, perbedaan yang cukup menonjol adalah keberadaan infrastruktur sama penerapan sistem transportasi yang terintegrasi.

    Bandung, yang notabene adalah kota kecil (yang sesungguhnya hanya di desain untuk 500.000 penduduk saja oleh pemerintah kolonial Belanda) merupakan salah satu kota yang memiliki tata ruang sangat kacau (menurut saya). Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur serta rekayasa sistem transportasi bukan menjadi perkara mudah (jika saya tidak bisa menyebut kata “mustahil”) untuk dibenahi.

    Langkah awal yang menurut saya bisa diambil oleh BAPPENAS dan PEMKOT Bandung adalah filter dalam hal pengembangan pembangunan kota. Bandung kemudian dipulihkan penataannya. Dengan begini penerapan sistem akan bisa lebih mudah.

    Tapi, berhubung masalah ini adalah masalah urban design yang komplek (ada isu sosial juga didalamnya) langkah tadi cuma satu diantara banyak langkah yang perlu dijalankan paralel (dan ga bisa diceritain disini, capek =p). Dan juga hal diatas cuma pendapat saya yang seorang amatir yang melihat permasalah diluar sistem.

    Ah, jadi pengen nulis2 juga..
    Tapi karena saya mood2an, nampak mubazir (alias ngabisin bandwith) klo saya bikin blog…
    ahahahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s