Budaya Indonesia dan Klaim dari Negara Tetangga

Akhir-akhir ini orang2 sibuk dengan berita bahwa banyak kebudayaan Indonesia yang di klaim oleh salah satu negara tetangga kita. Awalnya dari kesenian Angklung, kemudian sibuk dengan Kesenian Reog, sekarang ada Tari Pendet, tari piring, dan masih banyak lagi warisan budaya lainnya (yang katanya) milik Indonesia yang di klaim oleh negara tetangganya itu.

Melihat dari respon-respon kebanyakan orang Indonesia terhadap kejadian ini adalah lebih menganggap kejadian ini sebagai sesuatu yang konfrontatif. Suatu hal yang wajar kita marah dan menunjukkan respon bila ternyata jiwa kita, badan kita, ataupun (yang katanya) milik kita di klaim oleh orang lain. Karena (yang katanya) hak kita ini di klaim orang lain. Kita marah, kita kesal, yah, apalah itu ekspresi untuk menunjukkan ketidaksetujuan atas klaim orang lain.

Namun, ada satu hal yang aneh dari kebanyakan respon orang Indonesia ini. Kita bisa marah, kita malah balas untuk mencaci, kita kesal, kita menghujat. Tapi sadarkah kita…?? memang apa yang kita kesalkan..?? apa yang kita perjuangkan..?? apa yang kita hujat..?? kalau kita sendiri ditanya “emang tari piring bercerita tentang apa..??” “Gimana cara bermain angklung..??” atau “Eh, kamu bisa nari pendet gak..??” atau yang lebih mudah lagi “Udah berapa kali nonton acara tari pendet, konser angklung, atau tari piring..??

800px-Bali-Danse_0704a

Tari Pendet – Bali

Aneh gak kalo kita marah terhadap sesuatu (yang katanya) milik kita, tapi ternyata kita sendiri belum mengenal sesuatu itu. Analoginya kalo kita punya pacar, Eh, pacar kita direbut sama kawan kita. Ya, kita marah dong jelas… Tapi, kalo ternyata pacar kita ini bisa bicara “Aku lebih memilih temanmu daripada kamu… kenapa..?? karena temanmu ini lebih bisa mengapresiasi saya, temanmu ini lebih bisa menghargai saya, temanmu ini lebih bisa memaknai bahwa saya itu adalah miliknya..

Aneh gak kalo kita menghujat-hujat negara tetangga kita itu karena mereka mengklaim budaya (yang katanya) milik kita, tapi kita sendiri belum mengenal budaya (yang katanya) milik kita itu..?? aneh gak kalo kita mengklaim tari pendet, kesenian angklung, tari piring, bahkan lagu Indonesia raya kalo ternyata kita masih lebih senang untuk menari balet, untuk menonton konser-konser musik luar, dan menggunakan produk-produk buatan asing..?? gak ada salahnya memang kita bisa menari balet, menonton konser musik luar, tapi yang salah adalah kenapa kita belum bisa mengenal kebudayaan kita sendiri..?? kita belum bisa mencintai kebudayaan kita sendiri..?? kita belum pandai mengapresiasinya.. kita masih cinta dengan produk2 luar negeri..

DSC_3113

Tari Piring – Minangkabau, Sumatera Barat

Percuma hujatan2 yang kita lemparkan pada negara tetangga kita itu, karena mereka hanya tertawa melihat tingkah kita ini.. Lihat.. berapa budaya nasional yang sudah kita kenali..?? sudah bisakah kita melestarikan budaya kita sendiri..?? berapa lagu2 daerah yang kita hafal..?? atau masih adakah rasisme diantara kita yang mengaku Indonesia..?? dan pertanyaan utamanya, sudah berapa jauh kita mengenal kebudayaan kita sendiri..??

Janganlah dulu menghujat orang lain karena perilakunya terhadap kita.. kalo bisa, introspeksi dulu lah kita ini.. jangan terlanjur terbawa emosi.. kalo kita udah introspeksi dan ternyata memang kesalahan itu ada pada orang lain, barulah kita memperjuangkan hak kita.. gimana kalo setelah introspeksi, ternyata sebenarnya kesalahan ada pada kita..?? gimana kalo sebenarnya hak (yang katanya) milik kita yang kita perjuangkan itu tidak pernah kita apresiasi, tidak pernah kita bangga2kan, tidak pernah kita perhatikan, tidak pernah kita gunakan…??

Tahukah kita..?? sudah berapa ribu turis yang terkesan dan mau belajar kesenian angklung karena mereka terpesona dengannya..?? sudah berapa banyak turis yang terkagum2 melihat tari pendet, tari piring, tari barong..?? mereka mengapresiasi dengan sangat positif.. lalu..?? bagaimana dengan kita..??

angklung_1

Angklung – Jawa Barat

Kalau saja budaya kita bisa ngomong, kayaknya dia bakalan protes sama kita, dan lebih memilih dimiliki sama negara tetangga kita itu, karena dia lebih bisa diapresiasi disana. Yah, jadi, tolong dululah, cintai dulu itu tari pendet, senangi dulu itu tari piring, apresiasi dulu itu kesenian angklung, maknai dulu itu lagu Indonesia raya, baru NGOMONG..!!! jangan ngomong sebelum kita mengerti betul apa yang kita omongkan..!!!

Bangsa ini masih berkembang, bangsa ini masih belajar, ayolah.. jangan malas2an untuk mencintai (yang katanya) milik kita bersama itu. Satu lagi, janganlah melihat sesuatu hanya dari sudut pandang.. coba lihat atas, bawah, samping kiri kanan dalam setiap kejadian..

6 thoughts on “Budaya Indonesia dan Klaim dari Negara Tetangga

  1. ry, pendet mah bukan diklaim..
    tapi banyak yg diklaim slaen pendet.
    hahahha.

    ry gw punya mp-nya saykoji yg diklaim Malon loh. *sombong*

  2. hheemm ..
    setuju gu ma pndpat nii

    orang.orang d.sna hnya bsa mnylahkan malaysia ..
    tapi sbnrnya tuu karna kelalaian kita trhdap budaya kita sendri..

  3. Kepada bpk aryansah,
    Saya ingin memakai gambar tari pendet dari bali yang tertera dalam website ini untuk dimasukkan ke kalender kmi 2011

    saya ingin meminta alamat email bapak
    untuk kelanjutannya…..

    Terima Kasih,
    Kiki Irawan
    Email : Irawanqq@gmail.com

  4. oke terima kasih atas tanggapannya,
    mungkin bapak bisa merekomendasikan siapa yang mempunyai foto tersebut.

    Karena ini penting, masalah privasi dan publikasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s