Rumah Sederhana Tahan Gempa

Pada hakikatnya Indonesia itu terletak pada pertemuan 3 lempeng besar, yaitu lempeng Australia, lempeng Asia, dan Lempeng Pasifik. Selain itu, masih banyak patahan2 maupun robekan lainnya yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Hal inilah yang menjadikan Indonesia sebagai wilayah rentan gempa. Sudah banyak kejadian gempa yang tercatat maupun yang tidak tercatat di Indonesia dari sejak jaman dulu. Sudah sewajarnya orang Indonesia peka terhadap gempa ini, terutama dalam hal bangun membangun, lebih spesifik lagi dimulai dari hal yang kecil, rumah pribadi / rumah sederhana.

Hampir kebanyakan kita, orang Indonesia, masih banyak yang belum “ngeh” tentang konsep rumah tahan gempa. Kurangnya informasi dan penerapan aturan-aturan mengenai peraturan konstruksi di Indonesia adalah salah satu penyebab pemahaman masyarakat mengenai konsep rumah sederhana tahan gempa ini. Fakta di lapangan menunjukkan, kerusakan akibat gempa-gempa di Indonesia banyak di derita oleh bangunan-bangunan non-engineered seperti rumah sederhana, perumahan, bukan gedung-gedung tinggi. Karena pada umumnya (tidak semua) gedung-gedung tinggi sudah di desain dengan beban gempa oleh para engineernya.

Gaya gempa adalah fungsi dari berat bangunan. Ingat rumus F = m.a ?? gaya gempa akan semakin besar diterima bangunan jika massa bangunan makin besar, begitu juga dengan percepatan. Dalam mendesain bangunan tahan gempa, biasanya digunakan peta gempa untuk mengetahui percepatan gempa pada daerah tempat akan didirikannya bangunan. Peta gempa ini tersedia di peraturan konstruksi kita, namun sedang direvisi.

gempa

Pada prinsipnya, beban gempa yang terjadi pada bangunan harus disalurkan ke tanah melalui berbagai elemen struktur bangunan yang ada. Namun kebanyakan dari rumah sederhana ini memiliki masalah di elemen-elemen struktur bangunan tersebut. Beberapa contohnya adalah pemasangan tulangan sengkang yang asal-asalan, sambungan bangunan yang tidak baik, pemasangan pasangan bata pada dinding yang tidak baik, campuran adukan mortar yang terlalu encer, dan masih banyak lagi faktor yang menyebabkan elemen-elemen struktur tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Perlakuan engineering sederhana dapat diterapkan pada pembangunan rumah sederhana tahan gempa dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti :

1. Sambungan antar elemen struktur haruslah kuat.

Yang dimaksud sambungan antar elemen struktur diantaranya adalah sambungan antar struktur atap (kuda-kuda, gording, dan komponen atap lainnya), sambungan antara slope dengan pondasi, sambungan antara kolom dengan pondasi, sambungan slope dengan dinding, sambungan balok dengan kolom, ataupun pada struktur-struktur berlubang, seperti pintu, jendela, dan void pada dinding. Karena kesatuan elemen struktur dalam bangunan akan menyalurkan beban ke tanah, jika sambungan antar elemennya buruk, boro-boro beban sampai ke tanah, sudah hancur duluan di sambungannya.

joint

2.  kekakuan bangunan harus di perhatikan

Hal penting lainnya dari sebuah bangunan, selain kekuatannya adalah kekakuannya. Kekakuan pada rumah sederhana dapat kita atur dari konfigurasi ruang / denah rumah. Sebagai contoh, lihat gambar di bawah. Sebisa mungkin konfigurasi jendela, pintu, dan lubang2 void pada dinding terletak pada sumbu denah bangunan. Kesimetrian penempatan dinding pada denah pun  mempengaruhi kekakuan bangunan.

Dinding

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam hal kekakuan bangunan adalah pemasangan pasangan bata dan campuran mortar yang baik. Karena pada prinsipnya kolomlah yang mentransfer beban ke tanah, sedangkan dinding tembok membantu kekakuan bangunan secara keseluruhan. Jika pasangan batanya baik, kekakuan akan baik. Campuran mortar untuk pasangan bata diusahakan jangan terlalu encer.

Namun, kekakuan juga perlu di perhatikan, jika semakin kaku bangunan juga, bukan semakin bagus. Karena semakin kaku bangunan, respon terhadap gempa akan semakin buruk.

3. Pemasangan tulangan geser pada kolom atau balok

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemasangan dan konfigurasi tulangan geser / sengkang. Sengkang ini berfungsi menahan gaya geser pada kolom. Sehingga jika ada beban horiontal (dalam hal ini gempa), pemasangan tulangan geser yang baik dapat mengurangi dampak kerusakan bangunan terhadap gempa. Apalagi, kolom adalah elemen struktur yang paling penting dalam bangunan. Tulangan sengkang yang dibengkokkan ke dalam diusahakan minimal sepanjang 10 kali diameter tulangannya, hal ini menjaga supaya tulangan sengkang tidak terlepas dari tulangan utama.

sengkang

Yah, mungkin hanya segitu yang baru saya dapatkan mengenai bangunan sederhana tahan gempa. Mungkin masih banyak hal-hal detail dalam pembangunan rumah sederhana tahan gempa ini. Namun pada prinsipnya, dalam membangun rumah, biaya jangan tersedot habis untuk bagian arsitekturalnya, namun kekuatan struktural adalah hal pertama yang harus dipikirkan agar bangunan berdiri dengan kokoh.

Seharusnya saat ini pemerintah segera mengenalkan pada masyarakat hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam hal kegempaan. Dari mulai konstruksi rumah sederhana tahan gempa, hal2 yang harus dilakukan bila ada gempa, yah, segala sesuatunya agar masyarakat melek terhadap gempa. Karena Indonesia itu secara alamiah adalah negara dengan potensi gempa bumi tertinggi di dunia.

Semoga bermanfaat

8 thoughts on “Rumah Sederhana Tahan Gempa

  1. BOLEH JUGA IDENYA, bisa dilaksanakan. intinya adalah konstruksi harus diperhitungkan sebaik mungkin join dan desainnya.
    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s