Lava Tour bohong-bohongan.. (Trekking di tengah Kota)

Dari permintaan tolong seorang kawan di kampus bernama Ersa Luthfi, saya diminta menunjukkan tempat trekking yang bagus buat acara yang bakalan diadakan himpunan. Saya bingung mau ngajak ke mana, tadinya mau saya ajak ke Perkebunan Teh Sukawana di bilangan Cihideung sana. Ah, tapi dipikir bosen juga… Akhirnya saya memutuskan untuk trekking Lava Tour.

Sebenernya nama Lava Tour ini acara trekkingnya Mahanagari, tapi karena tempat trekkingnya sempat saya kenal pas saya SMP dulu, jalur trekkingnya sempat menjadi kawasan bermain saya dulu. Akhirnya saya menjadikan acara ini namanya Lava Tour bohong-bohongan..

Singkat kata, saya bersama 5 orang teman saya, si Kahim Yogi, si Kesra Ersa, si Kaderisasi Sean, Mbak Eric Baroroh, dan Misae Rani berangkat dari himpunan sekitar jam 9an, hari itu hari sabtu kalo tidak salah. Kami naik angkot Caheum-Ledeng, turun di gerbang UPI, jalan Setiabudi sana. Yah, di UPI, karena trek trekking kami kali ini bukan berupa gunung, kebun teh, hutan, atau pun tempat2 biasa trekking, tapi kami trekking di tengah kota. Gimana caranya..??

Ternyata, di belakang kampus UPI ini, yang termasuk tengah kota, kita masih bisa menemukan air terjun. Air terjun ini ada di sungai Cibeureum. Terletak tidak jauh dari Kolam Renang UPI yang ada di dalam kampusnya. Dari kampus UPI ada jalan kecil, masuk ke perkampungan warga, dan tidak jauh dari situ, kita bisa menemukan air terjunnya. Dulu tempat ini masih berupa kebun2, pas kemaren saya kesana, pinggiran tebing pun sudah dibangun rumah.

Agak aneh sebenernya, di tengah kota masih bisa temui air terjun. Dulu waktu saya SMP, saya pernah main  ke air terjun ini, yang sampai sekarang saya gak tau namanya air terjun apa. Saya menemukan Ikan entah ikan apa, mirip ikan mas, hanya sebesar anak anjing, gede banget. dari pengalaman tersebut, saya mencap tempat ini sebagai tempat yang angker. hehehehehe, maklum khayalan masa kecil. Kami menuruni bukit, dan menemukan air terjun itu. Bukan air terjun yang bersih nan gemilang memang, karena mungkin letaknya di perkotaan. Tapi memang tipikal air terjun di Indonesia, terutama di kawasan yang sudah banyak terjamah manusia, yang namanya sampah ada dimana-mana, karena sungai sudah berubah fungsi menjadi tempat sampah, bahkan septic tank raksasa. Airnya keruh, tidak jernih, karena pohon2 di hulu ditebangi, sehingga air tidak terfilter dan mengandung banyak sedimen.

Tapi, bukan merupakan air terjun yang kotor dan berminyak seperti di sungai Ciliwung juga. Tapi kalo dikategorikan, sungai Cibeureum ini termasuk sungai yang terancam dari pencemaran, bahkan mungkin sudah tercemar sampah2 plastik. Di air terjun ini kita bisa menyebranginya langsung di  bawah air terjunnya, karena air terjunnya tidak terlalu deras, bahkan kami berjumpa dengan beberapa bapak dan pemuda yang sedang memancing di bawah air terjun ini.

Perjalanan berlanjut. Setelah menikmati air terjun dan mengambil beberapa foto, kami melanjutkan perjalanan lagi. Menaiki tebing di seberang tebing yang tadi kami turuni. Penyusuran jalan dilanjutkan dengan mendaki tebing, melewati beberapa ladang milik penduduk setempat, dan sampailah kita di lapangan rumput yang luasnya minta ampun.

Lapangan rumput ini terletak di perumahan elit Pondok Hijau di bilangan Gegerkalong sana. Selain Lapangan Rumput yang datar, kami menemukan tebing rumput. Tebing rumput yang menimbulkan ide untuk bermain serodotan dengan menggunakan pelepah pohon kelapa. Seakan kembali ke masa kanak-kanak, akhirnya kami bermain serodotan dengan bermodalkan pelepah pohon kelapa tadi. Bedanya, umur sudah berbicara lain. hahahaha. Menikmati pemandangan, sembari bermain serodotan, menikmati es cendol, hmmm, waktu yang tepat untuk beristirahat memang siang itu.

Perjalanan berlanjut, menyusuri pinggir perumahan elit tersebut hingga tembus di jalan Sersan Bajuri Bandung, dekat dengan Fame Station. dari sini, saya mengikuti petunjuk teman saya untuk mencari sungai selanjutnya, sebenarnya masih sambungan dari sungai Cibeureum sebelumnya, tapi ada batu sisa aliran lava gunung Tangkuban Parahu dulu. Tidak jauh dari Fame Station, di sebelah kanan jalan (dari arah Ledeng) ada jalan setapak kecil lagi. Dan, tibalah kami di tempat pemberhentian selanjutnya.

Setelah sampai tempat itu, ada beberapa orang yang sedang menikmati makan siang di bawah bebatuan yang mejulang tinggi tersebut. Selidik punya selidik, jalan itu ternyata berakhir dengan jalan buntu. Kami kebingungan, dan akhirnya foto2 di batu2 tersebut. Selagi kami foto2, orang2 yang tadi sedang makan menghampiri kami, mengajak ngobrol. Ternyata eh ternyata lagi, mereka itu dari sebuah Outbond operator baru yang sedang bikin tempat buat outbond di tempat tersebut, namanya Atangata Outbond.

Karena ceritanya mereka ini masih survey dan ujicoba materi outbond mereka, akhirnya kami diajak untuk ujicoba outbond2 disana. Wew, outbond murah..?? gratis malahan, hehehe, kapan lagi…?? Pertama, kami mencoba wahana panjat tebing. Hmmmm, ternyata tidak semudah kalo kita ngeliatin di tv-tv kalo panjat tebing, beuh.. yang namanya nahan berat badan itu yah.. bikin tangan keras dan kram.

Kedua, kami mencoba flying fox. Beuh, itu flying foxnya ternyata mengerikan, si talinya menyebrangi sungai yang tebingnya curam banget. beuh, ngeri boi.. mana panjang pula si bentangnya, sekitar 100/150an meter. Tadinya kami ditawarin permainan lainnya, namun nampaknya matahari telah condong ke barat, kami memutuskan untuk balik ke kampus lagi.

Haaaah, trekking yang menarik dan berhadiah outbond gratis, hehehehe, makasih buat Rani yang udah bayarin flying foxnya.. =B

Mau coba trekking lewat jalur yang sudah saya lewati ini..?? hyuu mari.. Trekking itu menyenangkan.. =B mari budayakan berjalan kaki supaya sehat.. =D

9 thoughts on “Lava Tour bohong-bohongan.. (Trekking di tengah Kota)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s