Atlantis (Indonesia..??) – The Lost Continent Finally Found

Kemaren iseng jalan2 autis ke BEC buat nyari mouse saya yang rusak, karena satu dan lain hal, saya terdampar di Gramedia merdeka. di lantai 3, di bagian buku baru, saya nemu buku yang eyecatching, judulnya Atlantis, The Lost Continent Finally Found..

Wew, sebelumnya pernah juga sih baca tulisan yang mengatakan kalau sebenarnya Atlantis yang digambarkan oleh Plato, sang filsuf Yunani itu adalah Indonesia. Ada juga novel Indonesia yang berspekulasi mengenai Atlantis itu sebenarnya adalah Indonesia, judul novelnya adalah “Negara Kelima” kalo mau pada baca =). Emang sebenernya, apa sih yang menarik dari atlantis ini..??

Pertama kali mendengar kata Atlantis adalah saat saya SD, saya baca kata Atlantis itu di ensiklopedi hadiah ulang tahun saya dan majalah Bobo yang terbit tiap hari kamis (sampe sekarang masih ya..?? hehehehe). Ya, yang pertama kali menulis mengenai Atlantis adalah seorang filsuf Yunani, Plato. Dalam bukunya yang berjudul Timaeus and Critias, Plato menggambarkan dan memaparkan Atlantis itu adalah sebuah pulau yang dikelilingi lautan dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa, memiliki teknologi tinggi, kebudayaan agung, dan masyarakat yang madani dalam tatanan kehidupannya.

Negeri Atlantis ini pun disebutkan menjadi nenek moyang kebudayaan dunia. Kebudayaan suku Maya, Inca, Mesir dengan piramidnya, dan masih banyak lagi, itu hanya anak-anak kebudayaan dari kebudayaan Atlantis ini.

“Tanah Atlantis adalah tanah yang terbaik di dunia dan karenanya mampu menampung pasukan dalam jumlah besar.” (Critias)

“Tanah itu juga mendapatkan keuntungan dari curah hujan tahunan, memiliki persediaan yang melimpah di semua tempat.” (Critias)

“Orichalcum bisa digali di banyak wilayah di pulau itu. Pada masa itu Orichalcum lebih berharga dibanding benda berharga apapun, kecuali emas. Di pulau itu juga banyak terdapat kayu untuk pekerjaan para tukang kayu dan cukup banyak persediaan untuk hewan-hewan ternak ataupun hewan liar, yang hidup di sungai ataupun darat, yang hidup di gunung ataupun dataran. Bahkan di pulau itu juga terdapat banyak gajah” (Critias)

“Pada masa itu, wilayah Atlantis didiami oleh berbagai kelas masyarakat. Ada tukang batu, tukang kayu, ada suami-suami dan para prajurit. Bagi para prajurit, mereka mendapat wilayah sendiri dan semua keperluan untuk kehidupan dan pendidikan disediakan dengan berlimpah. Mereka tidak pernah menganggap bahwa kepunyaan mereka adalah milik mereka sendiri. Mereka menganggapnya sebagai kepunyaan bersama. Mereka juga tidak pernah menuntut makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan.” (Critias)

“Mereka tidak memuja emas dan perak karena bagi mereka, semua itu tidak ada gunanya. mereka juga membangun rumah sederhana dimana anak-anak mereka dapat bertumbuh.” (Critias)

‘Inilah cara mereka hidup, mereka menjadi penjaga kaum mereka sendiri dan menjadi pemimpin bagi seluruh kaum Helenis yang dengan sukarela menjadi pengikut mereka. Lalu mereka juga menjaga jumlah perempuan dan laki-laki dalam jumlah yang sama untuk berjaga-jaga bila terjadi perang. Dengan cara inilah mereka mengelola wilayah mereka dan seluruh wilayah Hellas dengan adil. Atlantis menjadi sangat termashyur di seluruh Eropa dan Asia karena ketampanan dan kebaikan hati para penduduknya.” (Critias)

“Mereka membangun kuil, istana dan pelabuhan-pelabuhan. Mereka juga mengatur seluruh wilayah dengan susunan sebagai berikut : pertama mereka membangun jembatan untuk menghubungkan wilayah air dengan daratan yang mengelilingi kota kuno. Lalu membuat jalan dari dan ke arah istana. Mereka membangun istana di tempat kediaman dewa-dewa dan nenek moyang mereka yang terus dipelihara oleh generasi berikutnya. Setiap raja menurunkan kemampuannya yang luar biasa kepada raja berikutnya hingga mereka mampu membangun bangunan yang luar biasa besar dan indah.” (Critias)

“9.000 tahun adalah jumlah tahun yang telah berlangsung sejak perang yang terjadi antara mereka yang berdiam di luar pilar-pilar Herkules dengan mereka yang berdiam di dalamnya. Perang inilah yang akan aku deskripsikan.” (Critias)

“Pasukan yang satu dipimpin oleh kota-kota Athena. Di pihak lain, pasukannya dipimpin langsung oleh raja-raja dari Atlantis, yaitu seperti yang telah aku jelaskan, sebuah pulau yang lebih besar dibanding gabungan Libya dan Asia, yang kemudian dihancurkan oleh sebuah gempa bumi dan menjadi tumpukan lumpur yang menjadi penghalang bagi para penjelajah yang berlayar ke bagian samudera yang lain.” (Critias)

“Banyak air bah yang telah terjadi selama 9.000 tahun, yaitu jumlah tahun yang telah terjadi ketika aku berbicara. Dan selama waktu itu juga telah terjadi banyak perubahan. Tidak pernah terjadi dalam sejarah begitu banyak akumulasi tanah yang jatuh dari pegunungan di satu wilayah. Namun tanah telah berjatuhan dan menimbun wilayah Atlantis dan menutupinya dari pandangan mata.” (Critias)

“Karena hanya dalam semalam, hujan yang luar biasa lebat menyapu bumi dan pada saat yang bersamaan terjadi gempa bumi. Lalu muncul air bah yang menggenang seluruh wilayah.” (Critias)

“Namun sesudah itu, muncul gempa bumi dan banjir yang dashyat. Dan dalam satu hari satu malam, semua penduduknya tenggelam ke dalam perut bumi dan pulau Atlantis lenyap ke dalam samudera luas. Dan karena alasan inilah, bagian samudera disana menjadi tidak dapat dilewati dan dijelajahi karena ada tumpukan lumpur yang diakibatkan oleh kehancuran pulau tesebut.” (Timaeus)

Dalam kutipan diatas, Atlantis digambarkan memiliki tanah subur dan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga menguntungkan alamnya menjadi alam yang subur dan kaya akan vegetasi, ditambah lagi, di Atlantis pun terdapat Gajah. Kalo baca sekilas sih, si Atlantis ini terletak di sekitar khatulistiwa, yang notabene Atlantis adalah negara tropis.

Para ahli – atau mungkin bisa disebut spekulan (karena sampai saat ini belum ada yang tahu, bahwa sebenarnya atlantis itu benar ada atau tidak, belum ada yang bisa membuktikan), banyak yang menebak bahwa letak Atlantis ini ada di daerah Andalusia, Kreta, Santorini, Pulau Siprus, Timur Tengah, Malta, Troya, Kepulauan Azores, Tepi Karibia, Bolivia, Laut Hitam, Irlandia, Kepulauan Canary, Isla Verde, Isla de la Juventud dekat Kuba, dan Meksiko. Kenapa..?? mungkin karena dekat dengan samudera Atlantik kali yah..?? Wah, pokonya banyak juga yang berspekulasi tentang teknologi Atlantis pun diturunkan dari peradaban planet lain yang diturunkan pada manusia di bumi, sehingga teknologi atlantis menjadi sangat maju dan hi-tech.

Tapi yang menarik adalah kenapa peradaban dan kebudayaan yang sebegitu maju dan (yang digambarkan) sempurna itu lenyap dalam (katanya) satu malam saja..?? Yah, ternyata di balik kesuburan dan kemajuannya, Atlantis pun memiliki potensi bencana yang tinggi. Disebutkan Atlantis memiliki sebuah gunung berapi besar (mungkin ini juga salah satu faktor mengapa tanah di Atlantis ini subur). Konon katanya, Atlantis yang merupakan negara kepulauan mengalami bencana luar biasa besar yang menyebabkan peradabannya itu runtuh hanya dalam satu malam saja. Bencana yang disebutkan Plato adalah banjir besar Atlantis, gunung meletus, dan gempa bumi.

Nah, dari sinilah banyak teori-teori yang berkembang tentang Atlantis, tapi dalam bukunya ini, pengarangnya (Prof. Arysio Santos – Geolog dan fisikawan nuklir asal Brazil) mengemukakan bahwa deskripsi mengenai tanah Atlantis lebih mirip dengan keadaan alam Indonesia. Ditambah lagi beliau mengemukakan teori kehancuran Atlantis karena banjir besar. Banjir besar ini akibat dari akumulasi bencana yang terjadi di Atlantis, trigernya berupa gempa bumi yang menyebabkan gunung berapi yang ada di Atlantis ini meledak dengan hebatnya, kemudian menimbulkan tsunami yang menghapus semua peradabannya dalam waktu satu malam saja.

Kalo dipikir lagi mah sih emang bener dan masuk akal juga. Indonesia ini memang teletak di daerah patahan lempeng-lempeng besar dunia yang menyebabkan Indonesia kaya akan potensi gempa bumi. Masalah gunung berapi..?? jangan ditanya, Indonesia itu gudangnya gunung berapi, dan mengenai tsunami..?? udah gak usah ditanya. Indonesia merupakan negara kepulauan dan banyak gunung berapinya, rentan akan gempa, otomatis, tsunami menjadi ancaman sewaktu-waktu.

Yah, deskripsi Prof. Arysio ini memang mengarahkan pada Atlantis itu adalah Indonesia, atau Indonesia adalah sisa-sisa peradaban Atlantis yang hilang. Gunung berapi yang menyebabkan kehancuran Atlantis adalah gunung Krakatau, yang tahun 1800an pun pernah meletus dengan dahsyatnya.

Dengan kata lain, Atlantis ini, setelah memiliki teknologi yang maju, kebudayaan yang luhur, namun tiba-tiba terjadi suksesi, terjadi pemusnahan. Kenapa..?? hanya Tuhan yang tahu. Mungkin Tuhan (semacam) mengazab kaum Atlantis ini karena sudah melewati batas dengan teknologi dan kebudayaan masyarakat yang dimilikinya. Wah, jangan sampe lah Indonesia kek gini.. udah mulai muncul juga kan gempa bumi, tsunami, dll..?? (hanya sekedar spoiler dari saya, hehehe..)

“Selama banyak generasi, karakter yang mulia hidup di dalam diri mereka, mereka patuh kepada hukum dan memiliki ketertarikan yang kuat kepada dewa. Mereka memiliki jalan hidup yang baik, menggabungkan kelemahlembutan dengan kebijaksanaan di dalam berbagai aspek kehidupan dan dalam hubungannya dengan sesama.” (Critias)

“Mereka tidak mau mengangkat senjata melawan sesamanya, dan mereka akan segera bergegas menolong rajanya ketika ada usaha untuk menggulingkannya. Mereka menolak segala kejahatan dan hanya melakukan kebaikan. Mereka hanya menaruh sedikit perhatian untuk kehidupan mereka sendiri. Mereka menganggap remeh harta benda emas dan perak yang sepertinya hanya menjadi beban bagi mereka.” (Critias)

“Bahkan ketika mereka berkelimpahan di dalam kemewahan, mata hati mereka tidak dibutakan olehnya. Mereka sadar bahwa kekayaan mereka akan bertambah oleh perbuatan baik dan persahabatan antara satu dengan yang lain yang juga disertai dengan penghormatan antara sesama. Karakter-karakter semacam itu terus bertumbuh di antara mereka.” (Critias)

“Namun, karakter-karakter mulia tersebut mulai memudar dan menjadi terlalu sering dikompromikan. Mereka bercampur dengan sifat-sifat duniawi, dan sifat itu kemudian menjadi pengendali. Karena itu mereka tidak mampu lagi menanggung kekayaan yang mereka miliki. Mereka mulai berperilaku tidak sepantasnya dan mata mereka menjadi rabun karena mereka telah kehilangan harta mereka yang paling berharga.” (Critias)

“Zeus, raja para dewa yang memerintah berdasarkan hukum dan mampu melihat perbuatan-perbuatan jahat yang mereka lakukan mulai mencanangkan hukuman bagi ras yang terhormat itu supaya mereka dapat disadarkan dan dimurnikan. Lalu ia mulai mengumpulkan para dewa dari tempat kediaman masing-masing. Setelah mereka semua berkumpul, Zeus berkata : …..” (Critias)

Dan sampai disitulah cerita Plato mengenai Atlantis berakhir..

Yah, karena para ahli saling berdebat mengenai Atlantis ini, mungkin ada juga yang kesal dan akhirnya mengatakan bahwa cerita Plato itu hanya sebuah cerita saja mengenai sebuah tatanan masyarakat madani dan maju untuk menjadi referensi kehidupan pada masanya saja. Bukan merupakan hal yang nyata, namun hanya sebuah cerita legenda.

Terlepas dari itu semua, saya percaya akan adanya Atlantis loh, gak tau kenapa.. hehehehehe.. khayalan masa kecil kali yah dulunya.. hakhakhak.. Yah, namanya juga konspirasi, hehehehe.. =p

Yah, tapi teteplah, sebuah sejarah itu jangan dilupakan, kalaupun Atlantis ini benar adanya apa kata Plato, jadikanlah itu sebagai sebuah pelajaran berharga, dan jangan pernah melupakan sejarah. Jangan sampai kita melewati batas dan dihancurleburkan hanya dalam waktu singkat. Jangan sampai Indonesia ini dimusnahkan oleh gunung berapi, tsunami, dan gempa bumi, hanya karena manusia yang ada di Indonesia sudah menjadi masyarakat yang melewati batas.

Akankah di Indonesia kembali terjadi suksesi ini..?? bukan karena kesmbongan dan kemajuan bangsa ini, namun karena kebobrokan dan kemunduran dari Bangsa Indonesia saat ini..?? akankah..?? hanya Tuhan yang tahu.

=) sebuah pelajaran menarik dan berharga menurut saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s