Cahaya

Dia berdiri dalam gelap, namun Dia melihat sekumpulan titik-titik cahaya melayang di kegelapan. Bukan, ini bukan firdaus, bukan juga gemintang yang melayang di angkasa. Itu hanya sekumpulan kunang-kunang. Ya, bukan bintang, hanya kunang-kunang.

Seketika segalanya berjalan cepat, titik-titik cahaya itu berubah menjadi garis-garis cahaya yang ditarik melawan hukum relativitas. segalanya menjadi kabur, menjadi abu-abu.

Dia terbangun dari mimpinya..

pikirannya masih menggeliat di alam gelapnya, Dia masih melihat cahaya yang menyilaukan matanya, menembus ke imajinasi terliarnya. Cahaya itu kian lama kian meredup, menyejukkan matanya. Seorang wanita berdiri dihadapannya, bersama cahaya. Wanita itu tersenyum padanya.

“Selamat pagi..”

Bukan peri, bukan bidadari, bukan juga malaikat yang Dia lihat. Namun seorang yang dia harapkan menjadi orang yang pertama kali membangunkan dari mimpinya setiap hari..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s