Absurd

Kapan aku bisa berjalan dengan tenang setelah kembali dari perjalanan yang tak pernah berakhir ini..?
Kapan aku bisa menikmati denyut jantung semesta yang membisikkan kedamaian..?
Angin yang bertiup sekarang terlalu beracun untuk dihirup, merusakkan jiwa dan raga, membuatnya kronis dan tak bisa memilih antara yang baik dan yang benar.
Ketika aku ingin terbang, aku tidak tahu darimana aku harus memulai..
Saat aku ingin berlari menerjang tirai kelabu, aku hanya bisa terpaku..
Teringat akan masa kecilku..
pernah aku melihat bintang yang terangnya sanggup menerangi alam raya, namun dia hilang seiring dengan kedewasaanku yang absurd dan relatif..
Kini aku tahu kebuntuan jalanku..
aku memiliki otak dan logika, namun aku tidak menggunakan hatiku untuk berjalan..
hati yang selalu bisa memaknai kehidupan, aku kehilangan dirinya, kehilangan hati yang selama ini bisa membuatku merasakan kedamaian..
Ya, aku tidak memiliki hati sekarang.. aku hanya menggunakan logika saat berjalan..
Aku tidak bisa memaknai kehidupan, dan aku tidak merasa apapun, kebal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s