Resensi Buku – Epigram

Novel lama, namun isinya bagus.. apalagi kalau dibaca oleh mahasiswa.. =) pengarangnya namanya Mang jamal. Beliau adalah alumni FSRD ITB tahun 1994 dan sekarang menjadi salah satu dosen fakultas desain salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Selamat menikmati resensinya..

======================================================

Krishna, seorang GM di sebuah perusahaan minyak asing di Eropa dulunya seorang aktifis kampus di era tahun 80an teringat kembali akan memori masa kuliahnya dulu ketika dia membaca sebuah email dari kawan seperjuangannya dulu.

Krishna pemuda adalah seorang aktifis di kampusnya dan sebagaimana mahasiswa pada umumnya. Dia adalah salah satu orang yang menentang keras rezim penguasa otoriter di Indonesia tahun 80an awal.

Cerita dimulai ketika dia dan kawan-kawannya merencanakan untuk melakukan demo dan perlawanan besar-besaran ketika militer akan menguasai kampus. Kekacauan dan pekik perjuangan menggema di seluruh isi kampus. Berbagai organisasi kampus saat itu turun tangan. Namun, saat itu pula, Krishna menemukan ‘bunga’ yang mengetuk hatinya. Dia jatuh cinta. Namun, Sejak peristiwa itu, dia menjadi salah satu orang yang paling dicari militer karena dianggap sebagai ancaman bagi rezim penguasa saat itu. Kawan-kawan seperjuangannya telah menjadi korban penculikan dan menghilang entah kemana.

Suatu hari, saat perjalanan pulang dari kampus, beberapa orang membuntuti dia, dan akhirnya Krishna diculik entah oleh siapa. Kawan-kawan satu kontrakannya bingung bukan main ketika mendengar berita Krishna diculik. Militer menjadi pelaku penculikan Krishna saat itu yang menganggap dia sebagai ancaman stabilitas negara. Sejak saat itulah dia mulai terpisah dari kehidupan kampusnya, tidak berjumpa kembali dengan kawan-kawannya.

Dia dijebloskan ke dalam penjara melalui berbagai siksaan fisik maupun pikiran. Karena penjara bukan hanya mengurung fisik, namun juga mengurung pemikiran seseorang yang bisa membuat orang tersebut gila dan kurang waras.

Berkat bantuan dari seorang kawan yang merupakan orang dalam militer yang dulu pernah Krishna anggap sebagai lawan, akhirnya Krishna berhasil keluar dari penjara, bersama seorang kawannya juga yang ditahan oleh militer karena dianggap sebagai ancaman stabilitas negara. Saat itulah dia berpisah dengan tanah airnya Indonesia, mengasingkan diri ke Eropa, karena kawan-kawannya menganggap saat itu Indonesia bukan tempat yang aman untuk Krishna.

Perasaan berat dan bersalah selalu menghantui Krishna karena meninggalkan tanah airnya yang selama ini dia perjuangkan bersama kawan-kawannya. Dalam pengasingannya di luar negeri sambil bekerja di sebuah perusahaan minyak asing, dia berjumpa dengan seorang kawan profesor dari Jerman yang ternyata orang Indonesia, beliau terpaksa mengganti kewarganegaraan karena dianggap sebagai ancaman stabilitas negara pada zaman nya. Beliau dianggap komunis, karena belajar di Uni Sovyet saat itu, dan Indonesia menjadi tempat terlarang bagi komunis saat itu. Akhirnya Beliau menetap dan menikah di Jerman hingga saat ini. Saat itulah, semua rasa dan pemikiran mengenai tanah air mereka keluarkan, hal-hal buruk hingga rasa rindu yang tidak bisa mereka tahan pada tanah airnya.

Rasakan aura perjuangan saat membacanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s