Dewasa

DEWASA adalah pandangan UTOPIS individu yang menjustifikasi umur dengan kebijaksanaan.
Kata2 dewasa selalu dihubungkan dengan hal hal yang baik dan bijak. Meskipun ada juga dewasa biologis yang berarti tua dan bisa saja semakin bodoh, egois, dan materialistis (yang merupakan karakteristik utama penuaan – sifat yang statis).

Bisa diambil kesimpulan, ada dewasa biologis dan dewasa psikis. Lalu, apa parameternya..?? di Indonesia, umumnya orang dikatakan dewasa biologis sejak menginjak umur 17 tahun atau, orang itu sudah menunjukkan tanda2 seksual, seperti mimpi basah pada laki-laki, atau menstruasi pada wanita. Lalu, apakah yang menjadi parameter dewasa secara psikis..??

saya pribadi tidak bisa mendefinisikan apa itu dewasa secara psikis. kenapa..?? karena relatif. bisa saja sekarang kita pada suatu komunitas tertentu di judge sebagai orang yang sangat dewasa, sangat bertanggung jawab, entah darimana cara menilainya. Tapi suatu waktu, orang lain bisa menyebut kita “kamu kekanak-kanakkan, belum dewasa..”, entah darimana juga cara menilainya. Bisa saya simpulkan, dewasa secara psikis itu relatif. Setiap orang memiliki definisi dewasanya tersendiri. CMIIW. atau ada yang bisa sebutkan definisi dan parameter dewasa kepada saya itu seperti apa..??

Tapi pada umumnya, yang sering saya dengar, kedewasaan itu sering dikaitkan dengan tanggung jawab dan bijaksana. Lalu, apakah setiap orang pasti dewasa..?? itu pilihan.. atau bisa juga karena tuntutan dari lingkungan. Terkadang menjadi dewasa itu juga tidak harus selalu baik. Orang dewasa pun biasanya lebih egois daripada  anak kecil, orang dewasa itu lebih individualis, tidak mau memikirkan orang lain.

Nah, lalu, saya masih bingung, ada yang bisa kasi tau saya definisi dan parameter kedewasaan secara psikis itu seperti apa..??

karena pasti definisi saya dan definisi anda berbeda mengenai kedewasaan.

=====================================================================

Dalam bukunya yang berjudul 7 Ciri Pria Tidak Dewasa, Eddy Leo mengatakan bahwa ada 7 ciri orang, mungkin terutama pria, tidak dewasa, yaitu :

1. Sensual
Anak-anak mengalami proses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan, pria dewasa berpikir, bertindak dan akhirnya merasakan. Tetapi saat ini, kebanyakan pria dewasa mirip seperti seorang anak kecil, mereka lebih suka bertindak dahulu baru berpikir, kemudian merasakan penyesalan atas tindakannya itu.

2. Egois
Pria yang tidak sadar akan keegoisannya adalah pria yang belum dewasa. Seorang pria yang belum dewasa sering kali tidak sadar akan keegoisannya, mari kita lihat contoh berikut: suatu keluarga, ayah, ibu dan seorang anak sedang makan pagi bersama. Di meja makan telah tersedia roti panggang, susu dan yang lainnya. Ketika sang anak hendak mengambil roti panggang, tangannya menyenggol gelas yang berisi susu hingga jatuh. Seketika itu juga ayahnya memandang dia dengan mimik muka yang marah sambil berkata: “kurang ajar! Susu aja tumpah, kamu gimana sih ngambilnya!” Sang anak tidak menjawab. Selesai makan, dia langsung masuk kamar dan menagis. Keesokan harinya, diwaktu yang sama, keluarga ini di meja makan lagi. Saat sang ayah hendak mengambil roti panggang, tangannya menyenggol susu hingga jatuh, sang ayah memandang marah kepada sang ibu dan berkata: “mama! Kenapa taruh susu disini!”

3. Tidak Konsisten
Tuhan dan wanita, menginginkan agar pria memiliki konsistensi, ketegasan dan kekuatan. Kesetiaan adalah batu penjuru dari karakter. Sering kali pria hanya mengutamakan dan menonjolkan kemampuan dan kharisma, tetapi tidak menekankan kesetiaan. Hanya kesetiaan yang dapat membuat pria terus berkembang dalam hidupnya. Kharisma bisa membawa Anda ke atas, tetapi hanya karakter yang dapat mempertahankannya.

4. Tidak Tepat Janji
Perkataan seorang pria adalah ukuran dari karakternya. Perkataan Anda membuktikan kepriaan Anda, kepriaan Anda membuktikan perkataan Anda.

5. Tidak Bertanggung Jawab
Hakikat utama menjadi seorang ayah adalah mengajar anak-anaknya bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Tanggung jawab seorang ayah bukanlah membuat keputusan bagi anaknya, melainkan membiarkan anaknya melihat bagaimana sang ayah membuat keputusan. Tanggung jawab terhadap kesuksesan tergantung pada kemauan untuk bertangung jawab terhadap kegagalan.

6. Suka Bersembunyi
Krisis tidak akan membentuk karkater seorang pria, krisis hanya akan mengungkapkan siapa dia sesungguhnya. Orang sukses melihat krisis sebagai kesempatan untuk berubah: dari yang kurang kepada yang lebih, dari yang kecil kepada yang lebih besar.

7. Hanya Berespon Terhadap Pemaksaan.
Pria yang belum dewasa adalah pria yang hanya berespon apabila dipaksa atau ditekan. Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menjadi diktator, melainkan pemimpin.

=====================================================================

entahlah, mungkin yang dikatakan Eddy Leo itu benar..

atau dewasa itu hanyalah pandangan utopis individu yang menjustifikasi umur dengan kebijaksanaan..?? ya, hanya sekedar justifikasi untuk menyertai peran..?? entah.. atau saya belum bisa mendefinisikan dewasa itu sendiri, karena saya belum dewasa..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s