Garuda di Dadaku.. Garuda Pancasila..

“Garuda.. di dadaku.. Garuda.. kebanggaanku..”

Sudah sering kita dengar nyanyian itu, terutama dalam rangka Piala AFF 2010 ini. Yah, Garuda di dadaku! Bukan, tulisan ini tidak akan membahas masalah permainan bola timnas dalam ajang AFF ini. Meskipun memang tidak disanggah lagi, momen AFF 2010 ini ternyata telah membangkitkan patriotisme kebanyakan orang Indonesia.

Tulisan ini akan lebih membahas tentang Garuda. Ya, Garuda (bukan burung Garuda!). Kenapa Garuda bisa menjadi lambang negara kita..?? apakah hanya tahu saja nyanyian garuda di dadaku, tanpa tahu kenapa bisa Garuda jadi lambang negara kita..?? kenapa gak gajah..?? kodok..?? atau ayam..??

Salah besar, kalo kita menyebut Burung Garuda. Garuda itu bukan burung.. Garuda itu adalah tokoh khayalan dalam legenda Mahabarata. Maka, jangan sekali-kali kita menanyakan “Dimana yah habitat burung garuda..??” “emang gimana yah bentuknya burung garuda..??” apalagi pertanyaan “nama spesies burung Garuda apa yah..??” Niscaya pertanyaan anda tidak akan terjawab..

Garuda adalah salah satu dewa dalam agama Hindu dan Buddha. Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi matahari. Bangsa Jepang juga mengenal Garuda, yang mereka sebut Karura. Di Thailand disebut sebagai Krut atau Pha Krut. Indonesia dan Thailand menggunakan Garuda sebagai lambang negara. (Ternyata bukan hanya Indonesia yang lambang negaranya menggunakan Garuda sebagai tokohnya..)

Garuda adalah seekor hewan mitologis, setengah manusia setengah burung, wahana-kendaraan Wisnu. Ia adalah raja burung-burung dan musuh bebuyutan para ular, sebuah sifat yang diwarisinya dari ibunya, yang pernah bertengkar dengan sesama istri dan atasannya, yaitu Kadru, ibu para ular. Sinar Garuda sangat terang sehingga para dewa mengiranya Agni (Dewa Api) dan memujanya.

Garuda seringkali dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor dan moncong burung elang, dan tubuh, tangan dan kaki seorang manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan. Ia memiliki putera bernama Sempati (Sampāti) dan istrinya adalah Unnati atau Wināyakā. Menurut kitab Mahabharata, orang tuanya memberinya kebebasan untuk memangsa manusia, tetapi tidak boleh kaum brahmana. Suatu ketika, ia menelan seorang brahmana dan istrinya. Lalu tenggorokannya terbakar, kemudian ia muntahkan lagi.Garuda dikatakan pernah mencuri amerta dari para dewa untuk membebaskan ibunya dari cengkeraman Kadru. Kemudian Indra mengetahuinya dan bertempur hebat dengannya. Amerta dapat direbut kembali, tetapi Indra luka parah dan kilatnya (bajra) menjadi rusak.

Mengenai lambang negara, Sultan Hamid II lah yang menjadi orang di balik terciptanya Garuda sebagai lambang negara Indonesia. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat. Sultan Hamid adalah putra sulung dari Sultan Pontianak – Kalimantan Barat yang menjadi menteri Zonder Porto Folio pada saat RIS dipimpin Soekarno. Beliau memang ditugaskan Ir. Soekarno untuk merencanakan, merancang, dan merumuskan lambang negara kita. Selanjutnya, setelah melalui proses revisi dan berbagai argumentasi, lambang Garuda disempurnakan oleh Ir. Soekarno hingga akhirnya bentuknya seperti di bawah ini. Diperkenalkan pertama kali pada 15 Februari 1950.

Perisai adalah tameng yang telah dikenal lama dalam kebudayaan dan peradaban asli Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah pepatah lama yang pernah dipakai oleh pujangga ternama Mpu Tantular. Kata bhinneka merupakan gabungan dua kata: bhinna dan ika diartikan berbeda-beda tetapi tetap satu dan kata tunggal ika diartikan bahwa di antara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Garuda dengan perisai memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.

Garuda memiliki sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45 yang merupakan lambang tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan waktu pengumandangan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa yang merupakan garis untuk melambangkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara merdeka dan berdaulat yang dilintasi garis katulistiwa.

So, Garuda.. Di dadaku.. Garuda.. Kebanggaanku.. Kuyakin.. Hari ini.. Pasti Menang..!!! =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s