Memeluk Hujan

Siang ini begitu menyengat, membakar. Namun, memandangnya adalah sebuah kesejukan, sebuah penantian. Sore menjelang, bersama lukisan jingga diatas langit. Saat itu pula rasa ini harus tertahan untuk beberapa saat. Saat angin menyampaikan rasa, aku akan menunggunya disini berbekal sekantung memori.

Aku berharap hujan membasahi sore ini. Saat segalanya mengharapkan kesejukan yang diberikan pada dunia. Namun, mentari masih enggan mengalah. Seperti waktu, yang tidak mau diajak berkompromi dengan rasa, yang tersampaikan hanya sekerjap kedipan mata.

Aku akan selalu rindu dengan kesejukan aroma hujan sore hari, setelah siang membakar daratan. Seperti pepohonan yang merindukan musim semi.

Kisahmu, kisahku, semoga menjadi satu. Dalam pelukan hujan sore hari..

================================================================

Edan, lagi mellow ginih.. -_-‘

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s