Asa dan rasa

Biarlah semuanya itu tersimpan dalam masing-masing ruangnya. Terkunci rapat dan tidak pernah keluar. Membusuk menjadi penyakit yang mematikan asa dan rasa.

Biarlah semuanya itu statis tak bergerak, menjadikannya usang dan berkarat. Menggerogoti tiap sudut hingga rusak dimakan waktu.

Jika harus aku keluarkan, namun mengundang badai bagai meniupkan sangkakala peperangan. Menuai protes yang tak kunjung usai, berdebat tak mengenal ujung. Mengedepankan ego dan selalu memasang kuda kuda menyerang.

Jadi, biarkanlah semuanya itu membusuk dan tidak pernah keluar. Seperti angin yang berhenti berhembus. Jika semuanya itu hanya akan menjadikan dunia ini semakin mendekati kehancurannya.
Biarkan semuanya itu tersimpan dalam ruang terdalam, terkunci rapat dan tidak pernah kau ketahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s