Kehidupan tanpa Basis

“Normal we Normal Ry hirup teh..” – Dandan Anugrah-

Normal aja Ry Normal hidup tuh..” kira2 begitu terjemahan salah satu quote dari salah salah satu sahabat saya. Simpel, sangat simpel.. tapi menurut saya pernyataan itu sangatlah filosofis dan fundamental. Saya menulis ini karena terinspirasi dari kata-kata kawan saya itu. Dandan memang bukan Presiden, apalagi seorang pangeran. Tapi dia adalah orang biasa, lugu, jenaka, polos. Tapi justru hal2 hebat datang dari orang2 lugu tanpa emosi dan nafsu. Semoga dandan bisa bikin pelabuhan di Lembang.. kita doakan saja.

Kalau dipikir, jaman sekarang, untuk apa sih kita hidup itu..?? Melihat kecenderungan kehidupan masyarakat jaman sekarang nampaknya sudah tidak berbasis lagi. Orang hidup itu seenak perut mereka sendiri, tanpa peduli lingkungan sekitarnya siapa, tanpa peduli bagaimana situasi orang2 di sekitarnya. Kehidupan memang keras kawan.. tapi apakah itu harus membuat kita hidup seenaknya sikut-sikutan dengan orang lain..??   Lantas, untuk apa ada yang namanya aturan..?? norma..?? agama..??

Semuanya itu adalah aturan main, terutama agama. Tidak perlu kita repot-repot nyari aturan sebetulnya, karena aturan kehidupan itu semuanya sudah ditulis dalam kitab suci masing2 agama. Kenapa saya bilang kehidupan sekarang tidak berbasis..?? Menurut saya, orang2 itu hidup seperti gak punya tujuan, gak pake aturan, gak punya pegangan dalam bertindak. Atau memang sudah tidak mengindahkan aturan lagi kah..?? Tidak semuanya memang, tapi kebanyakan orang sekarang yang saya lihat adalah yang seperti itu, entah kenapa.. dan itu terjadi secara masif.

Entah doktrin apa yang beredar di masyarakat sekarang, yang jelas doktrin yang tidak terdefinisikan ini cenderung membawa masyarakat ke arah chaos, ke arah ketidakberaturan pada tatanan masyarakatnya. Doktrin yang bisa diterima banyak orang, yang penyebarannya bisa saja lewat media yang sehari2 kita temui, lewat berita2 yang setiap harinya kita dengar, lewat kabar2 yang setiap hari lewat ke telinga kita. Entah disadari atau tidak. Saya lihat orang2 sekarang nafsu nya sangat besar, terutama masalah materi. Karena sekarang, segala sesuatunya ditakar berdasarkan materi. Mungkin ekonomi kapitalis memang sudah mengakar di kita.

Entahlah.. saya merasa ada “sesuatu” yang mengarahkan masyarakat kita ke arah itu. Saya memang berbicara tanpa adanya data, tapi saya berbicara berdasarkan pengalaman saya saja.

Dan, saya kembali ke pernyataan seorang Dandan Anugrah yang mengatakan kalau menjalani hidup itu normal-normal saja, gak usah neko-neko, tapi bukan berarti gak butuh cita-cita dan keinginan. Tidak usah terlalu bernafsu dengan yang namanya materi, apalagi kalo harus saling sikut dengan saudara dan tetangga sendiri hanya untuk memenuhi nafsu kapitalis dan nafsu materialis pribadi.

Sekali lagi, pernyataan Dandan Anugrah itu memang fenomenal menurut saya, sangat fundamental. Mungkin karena itu banyak wanita di dunia ini yang suka dandan.. bahkan mungkin beberapa wanita tidak bisa hidup tanpa dandan..

mari kita doakan, semoga Dandan selalu dapat Anugrah, seperti namanya.. Dandan Anugrah..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s