Parameter Peradaban Manusia

Beberapa jumat ke belakang, saya shalat jumat di masjd dekat rumah. Pembawa ceramah kala itu adalah salah satu bapak penghuni komplek perumahan, tempat saya tinggal. Dalam khutbah jumat itu Beliau menerangkan masalah mental, masalah akhlak bangsa kita.

Pada pengantarnya beliau menyampaikan bahwa selama ini parameter kemajuan sebuah bangsa selalu diukur melalui parameter ekonomi, pertumbuhan nilai mata uang, nilai moneter sebuah negara, dan yang paling heboh saat ini adalah kemajuan teknologi yang bisa dihasilkan oleh sebuah negara. Semakin canggih peralatan yang digunakan sebuah negara untuk kehidupan sehari2 di negaranya, maka semakin maju dan beradab pula negara tersebut.

Tapi, menurut penceramah kali ini, itu adalah parameter yang salah kaprah. Variabel yang harusnya dijadikan parameter kemajuan sebuah negara atau bangsa adalah akhlak, atau mental. Masalah kemajuan teknologi, perkembangan ekonomi dan moneter, itu harusnya hanya sebagai ekses dari kemajuan akhlak manusia nya. Karena, teknologi maju, perkembangan ekonomi, pertumbuhan pembangunan itu pun diciptakan oleh manusia nya sendiri. Bagaimana membangun itu semua..?? ya melalui akhlak atau mental tadi.

Jadi, menurut isi ceramah kala itu, jika sebuah negara itu isinya adalah orang2 dengan mental tempe, maka belum bisa negara itu dikatakan sebagai negara maju dan beradab. Karena peradaban itu sesungguhnya bukan dibangun oleh teknologi, tapi dengan akhlak. Akhlak yang luhur akan menciptakan manusia2 yang peka akan keadaan sekitarnya, menciptakan sebuah masyarakat yang madani, aman, dan damai. Teknologi..?? moneter..?? itu hanya sebagai tools saja. Modal utama pembangunan sebuah bangsa itu tetap pada akhlak yang dimiliki manusia yang hidup pada bangsa itu.

Madani

Ambil kasus negara kita sendiri lah, jangan jauh2, negara INDONESIA yang (katanya) tercinta. Banyak komputer2 canggih, gadget2 terupdate di dunia, mobil2 bagus, pertumbuhan ekonomi (yang katanya) meningkat pesat, dan lain sebagainya. Apakah bisa dikatakan negara Indonesia itu adalah negara maju..?? jika parameternya adalah ekonomi, nilai uang, dan parameter kapitalis lainnya, mungkin bisa saja dibilang Indonesia itu adalah negara maju (secara kapitalis).

Tapi secara pandangan masyarakat madani..?? Indonesia belum bisa dikatakan negara maju, bahkan mungkin termasuk bangsa yang tertinggal. Masih banyak manusia2 Indonesia dengan mental2 tempe, bukan mental baja. Kesantunan terhadap manusia lainnya, keagungan perilakunya..?? banyak banget jaman sekarang manusia Indonesia yang tidak santun, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, tidak agung tingkah pola nya. Gak usah saya kasi contoh di tulisan ini, lihat saja berita2 sekarang di televisi. Mencerminkan manusia yang baik kah kelakuan manusia Indonesia dewasa ini..?? jawab saja sendiri..!!

Jadi, jika ada yang bertanya pada saya, “sudah majukah bangsa Indonesia dewasa ini..??” saya akan menjawab : “belum, bahkan cenderung masuk ke dalam bangsa yang belum beradab..”

darwin

Sekali lagi, seperti tulisan2 saya sebelumnya, tulisan ini saya tulis tanpa berdasarkan data apa2, tidak ada bukti, hanya sekedar perasaan dan pengalaman saja. Bukan maksud menghina bangsa sendiri, tapi hanya sekedar mengingatkan saja, sebelum nantinya kebablasan menjadi bangsa yang akan mengalami suksesi seperti bangsa2 Jahil jaman dahulu kala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s