Jumat, 27 Desember 2013

Kebetulan hari ini saya mencutikan diri bersama karena hari kejepit nasional, akhirnya saya leyeh2 di Bandung, dan solat jumat di mesjid Salman karena kangen masa kuliah dulu.

Topik yang ingin saya share di tulisan ini, kebetulan memang sudah lama gak nulis blog, adalah tentang topik yang dibawakan pada khutbah jumat tadi siang. Saya lupa penceramaahnya siapa, tapi topik yang Beliau bawakan menarik minat saya, yaitu tentang serangan bertubi-tubi yang menggerogoti umat muslim belakangan ini, terutama umat muslim di Indonesia.

Baru beberapa hari ke belakang, saya men-share link berikut di halaman facebook saya :

No SARA – Ketika penggunaan hijab salah kaprah (kritikan seorang saudara Kristiani)

Tulisan diatas itu isinya sesuai dengan judulnya, yaitu ketika seorang dari kalangan luar muslim yang berpendapat mengenai fenomena hijab di kalangan umat muslim belakangan ini. Menurut si penulis, dia heran kenapa dewasa ini semakin banyak akhwat yang menggunakan hijab/kerudung dengan model macam-macam. Menurut dia, sebagai orang luar Islam, kesan kesucian hijabnya seolah hilang karena penggunaan model kerudung yang dimodifikasi macam-macam. Ditambah lagi saat hanya kepalanya saja yang dibalut kerudung,, tapi pakaian di badan nya terlihat tetap ketat dan mengundang birahi para lawan jenis.

Saya setuju dengan si penulis artikel diatas, dengan mengesampingkan di muslim atau bukan, anggap saja sebagai bahan kritik terhadap muslim. Setuju dengan penggunaan jilbab yang semakin hari semakin kehilangan makna nya. Seorang muslimah memang wajib menggunakan hijab, atau menutup auratnya, sesuai dengan perintah Allah SWT, tidak bisa ditawar lagi, karena ada perintah langsung oleh Allah SWT mengenai hijab ini. Beberapa diantaranya adalah Q.S. Al Ahzab : 59 dan Q.S. An Nur : 31, mungkin masih banyak lagi yang lainnya.

Bukan masalah “lebih mending dia sudah pakai kerudung, daripada telanjang..” tapi setahu saya, kehidupan itu ada aturannya. Aturan yang menurut orang muslim adalah ya Al Quran. Menggunakan hijab tidak bisa begitu saja seenak si pemakai, ada aturannya, tapi saya tidak akan bahas mendalam disini.

Kembali ke topik yang dibahas di khutbah jumat tadi. Ada 4 hal yang sedang menyerang Islam dengan keras saat ini, yaitu FASHION, FUN, FOOD, dan FAITH. Entah disadari atau tidak keempat point diatas mulai menggerogoti sendi-sendi kesucian islam. Point pertama yang dibahas Khatib, kurang lebih sama dengan kejadian yang saya ceritakan diatas mengenai hijab. Semakin banyak penistaan agama melalui FASHION ini, terutama menyerang kaum akhwat. Sehingga sekarang perlu diluruskan niat dalam menggunakan hijab, apakah dia hanya mengikuti keinginan orang tua..?? mengikuti mode..?? atau memang karena perintah Allah SWT..??

Dalam khutbahnya, Khatib juga menyebutkan perkataan Rasulullah SAW mengenai hijab ini, yang isinya kurang lebih adalah : “Akan muncul dalam kalangan umatku di akhir zaman, kaum lelaki yang menunggang sambil duduk di atas pelana, lalu mereka turun di depan pintu-pintu masjid. Wanita-wanita mereka (isteri mereka atau anak perempuan), berpakaian tetapi seperti bertelanjang (tipis & ketat). Di atas kepala mereka pula (wanita) terdapat bonggolan (sanggul atau tocang) seperti bonggol unta yang lemah gemalai. Oleh itu laknatlah mereka semua. Sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat” – H.R. Ahmad

Banyak saya dengar pendapat mengenai hijab ini, ada yang bilang “itumah urusan pribadi sama keyakinan masing-masing Ry” memang betul itu adalah urusan pribadi seorang akhwat mau kapan, atau kenapa dia berhijab. Tapi kalau melihat aturannya di Al-Quran, hijab bagi seorang perempuan itu adalah wajib. Ya, intinya kalau saya mau bilang, aturan sudah ada, reward and punishment sudah disuratkan, resiko ditanggung sendiri.

Hal kedua yang sedang menyerang kaum muslim dunia adalah FUN. Fun dalam artian gaya hidup. Gausah jauh2 ke negara lain, kita lihat di sekitar kita, gaya hidup kita jaman sekarang ini seperti apa..?? dari mulai acara televisi, media, gadget, dan masih banyak lagi yang lainnya.

kalau saya boleh mengambil lirik salah satu lagu dari grup nasyid Raihan yang judulnya Berhibur : “Berhibur tiada salahnya Kerna hiburan itu indah Hanya pabila salah memilihnya Membuat kita jadi bersalah” Tidak ada larangan dalam islam untuk mencari hiburan, berhibur, dan sejenisnya, tapi ada batasannya. Nah, belakangan ini, hal yang menyangkut hiburan ini sudah dalam taraf melenakan umat muslim, sehingga dia/mereka/kita lupa akan kodrat kita sendiri. Memang kodrat kita apa..??

Sudah dijelaskan di dalam Al-Quran kembali di Q.S. Adz-Dzariyat : 56 “Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku“. Lalu, apa hubungannya dengan FUN tadi..?? jenis-jenis FUN saat ini sudah dalam taraf menjauhkan kita dan melenakan kita dalam urusan ibadah kepada Allah SWT.

Saya pribadi mengakui bukan orang suci, bahkan masih sangat2 bobrok dalam hal beginian. Mari kira tanya ke diri kita pribadi untuk hal sederhana. Kita mau nonton film favorit kita di bioskop, mulai nya jam 11.15 – 14.15. Kebanyakan dari kita mungkin akan solat di waktu setelah nonton, tidak keluar sebentar cari mushola saat dzuhur tiba yang notabene sedang tengah-tengah film. Hal-hal kecil seperti itu kadang secara tidak sadar sudah membuat kita jauh dari kodrat kita yang tadi. Hal lain..?? lagi internetan atau lagi main game online, terkadang adzan pun gak kedengeran karena kita pake headset.

Hal lain yang diserang oleh FUN ini adalah pola pikir manusia nya. Melalui media dan berita, fakta dan pendapat dicampuradukkan, menjadikan segalanya abu-abu, menjauhkan pemikiran yang benar menjadi campur aduk, abu-abu dengan hal yang jelas-jelas salah. Berbagai pembenaran dan pembelaan dilemparkan menjadikan semuanya abu-abu. Kalau saya boleh berdoa di awal doa setelah shalat,

Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tibaa’ah, wa arinal-baatila baatilan warzuqnaj-tinaabah
Ya Allah, tunjukkan kepada kami bahwa yang baik itu baik, dan anugerahi kami kekuatan untuk mengikutinya. Dan tunjukkan kepada kami bahwa yang salah itu salah, dan anugerahi kami kekuatan untuk menjauhinya

Think

Hal ketiga adalah FOOD. Tidak akan jauh dari yang namanya Halal dan Haram untuk masalah makanan ini, dan tidak akan lepas dari yang namanya gaya hidup. Karena sebagian dari gaya hidup itu sendiri adalah makanan. Saat ini banyak sekali tempat-tempat makan gaul yang tidak mencantumkan logo Halal, terutama yang sasaran pasarnya adalah anak muda. Mungkin seperti hal remeh masalah halal atau tidaknya makanan yang kita makan jaman sekarang ini. “Ah, kan gak ada tulisan babi nya Ry..“, “Ah, kan ada menu selain babi Ry..“. Kembali banyak akan pembenaran.

Halal atau tidaknya makanan atau bahkan barang bukan hanya dinilai dari itu babi atau bukan. Daging ayam saja kalau dapet maling disebut haram. Halal atau tidaknya makanan yang kita konsumsi harusnya diperhatikan juga cara memasaknya, bahan-bahan tambahannya, cara mengolahnya, cara penyajiannya, dan lainnya. Karena itu tadi, makanan yang seharusnya halal, ternyata bisa menjadi haram, tergantung bagaimana treatment kita terhadap makanan tersebut.

Pernah mendengar istilah “You are what you eat..” kan..?? dinilai saja dari situ.

Yang terahkir adalah FAITH. Nah, yang terakhir ini sebetulnya yang paling berbahaya, karena dasar dari segala sesuatu adalah keyakinan. Segala perilaku kita sehari-hari pasti akan didasari oleh sebuah pandangan, sebuah kepercayaan terhadap sesuatu. Ketiga hal sebelumnya diatas tidak perlu dibahas kalau seandainya poin FAITH ini sudah baik di dalam diri kita. Karena kemungkinan FAITH kita kepada aturan Allah itu belum baik, makanya diserang juga oleh orang2 yang tidak suka dengan islam.

Yang pernah saya bahas sebelumnya, segala sesuatunya, segala pemahaman, segala pandangan, segala landasan berfikir yang seharusnya sejalan dengan apa yang tertulis di dalam Al-Quran diserang oleh berbagai macam argumen dan pembenaran. Berbeda dengan tulisan quote2 atau apalah itu, Al-Quran itu bukan argumen, tapi merupakan suatu hal yang mutlak yang harus diikuti oleh orang muslim. Al-Quran adalah pondasi dari segala sesuatu nya yang berhubungan dengan islam, karena semuanya sudah tertuang di dalamnya, hanya kita saja yang tidak pernah “membaca”

Jadi, selamat Membaca, dan memahami kembali kitab suci kita, Al-Quran. Jangan sampai menyesal di waktu yang akan datang. Tulisan ini hanya sebuah sampah pikiran saya, tidak usah dianggap serius, penulis hanya ingin berbagi pengalaman dan pandangan saja. Kalau tidak sesuai dengan pemahaman yang baca, silakan saja, saya mah gak maksa.. kalau ada point-point yang salah, mohon koreksi saya.. karena saya nulis begini pun takut pemahaman saya tentang agama masih banyak yang salah.. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s