Posted by: Aryansah Pradanaputra | November 6, 2009

Indonesia Memang Hebat

Satu lagu bagus lagi kalo menurut sayah.. gak seberapa sih, tapi lucu aja ngeliat liriknya.. saya dapet videonya dari Youtube.. nikmatin aja.. ada bonusnya pula.. bintang video clipnya Dian Sastro, hehehehe.. si Neng Geulis..

 

 

Indonesia Memang hebat

by Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm

Bila kau pergi menjauh berpaling dariku
Dan niscaya hidupmu akan merugi
Karna aku ini baik dan selalu beruntung
Coba saja lihat garis tanganku

Katanya kau siap setia
Katanya kau mau berkorban
Dan katanya aku calon pemimpin
Setepat di sini
Karna aku terbaik untukmu

Hapuslah air matamu
Karna itu palsu
Namun maaf telah ku berikan
Bila kau mau bersabar
Yakinlah padaku
Masa depan ada di tanganku

Katanya bangsa kita hebat
Katanya negri kita kaya
Dan katanya presiden kita bijak
Cobalah hargai pemimpinmu
Cintai aku
Karna aku pun calon presiden
Calon presiden..

Katanya bangsa kita hebat (Indonesia memang hebat)
Katanya negri kita kaya (Indonesia memang kaya)
Katanya bangsa kita hebat
Katanya negri kita kaya
Dan katanya presiden kita bijak
Cobalah hargai pemimpinmu
Cintailah aku
Karna aku pun calon presiden…
Calon presiden…

Posted by: Aryansah Pradanaputra | October 22, 2009

Bendungan – Sebuah Sub-Bab Tugas Akhir

Oleh : Aryansah Pradanaputra – 15005010

2.4    BENDUNGAN

Bendungan adalah kosntruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (Wikipedia). Pada umumnya, bendungan dibangun berupa timbunan/urugan (embankment dam). Hal ini disebabkan karena bendungan tipe urugan/timbunan ini relative mudah dan murah untuk dikerjakan. Material timbunan mudah di dapat di sekitar lokasi pembangunan bendungan.

sowers11

Gambar 2. Bagian-bagian dari Earth dam (Sowers)

Untuk memenuhi kriteria keamanan desain bendungan, maka proses desain, konstruksi, dan modifikasi dari timbunan harus memenuhi persyaratan teknis sebagai berikut :

1. Badan bendungan, fondasi, dan abutmen bendungan harus stabil terhadap berbagai konfigurasi beban statis maupun dinamis
2. Gaya seepage yang terjadi di bawah pondasi, abutmen, dan timbunan harus dikontrol untuk memastikan keamanan saat operasi bendungan. Tujuan dari pengontrolan ini adalah untuk mencegah uplift force yang berlebih, piping, dan erosi terhadap inti bendungan.
3. Freeboard yang tersedia harus mampu mencegah overtopping air melewati bendungan termasuk settlement dari pondasi dan timbunan.
4. Spillway dan kapasitas outlet harus mampu mencegah overtopping air yang mungkin terjadi melewati timbunan bendungan.

SF bendungan

Gambar 2. Safety factor untuk bendungan

2.4.1    Tipe Bendungan Urugan (Embankment Dams)

Terdapat 2 jenis tipe bendungan urugan yang umum digunakan, yaitu timbunan tanah (earth-fill dam) dan timbunan batu (rock-fill dam), tergantung dari material dominan yang menyusun bendungan tersebut.

2.4.1.1 Earth Dams

Bendungan urugan tanah dibangun dari timbunan tanah yang memenuhi persyaratan bendungan yang diambil dari borrow area sekitar lokasi bendungan. Tanah untuk urugan bendungan ini dipadatkan per lapisan hingga memenuhi kepadatan yang diizinkan (biasanya 92% – 97%).

tipe bendungan

Gambar 2. Tipe Earth-Dams

2.4.1.2 Rock-Fill Dams

Rock-fill dams merupakan bendungan yang tersusun dari bongkahan-bongkahan batu yang saling mengunci dengan inti yang kedap air. Inti dari bendungan ini dapat berupa tanah kedap air yang memiliki koefisien rembesan (k) yang kecil. Ada 3 bagian utama dari rock-fill dams ini, yaitu : urugan batu utama, inti kedap air, dan bagian pendukung lainnya seperti instrumentasi bendungan. Inti kedap air berfungsi untuk menahan laju rembesan yang terjadi pada tubuh bendungan. Material isian untuk inti ini biasa terdiri dari jenis tanah clay/silty clay/clayey silt yang memiliki koefisien rembesan (k) yang relative kecil.

Terdapat beberapa ketentuan material yang harus dipenuhi dalam pembangunan sebuah bendungan, diantaranya yaitu kepadatan inti (core) dari bendungan harus ≥ 90% (γdry ≥ 90%). Kriteria teknis lainnya yang harus dipenuhi untuk sebuah bendungan tipe urugan adalah Safety Factor (SF). Penurunan / settlement pun dibatasi sebesar 1-2% dari tinggi bendungan.

rockfill

Gambar 2. Tipe Rock-Fill Dams

Sebuah bendungan urugan (earth-fill dan rock-fill) mempunyai beberapa kemungkinan kegagalan diantaranya adalah overtopping, slope failure, sliding, erosi internal, dan erosi permukaan.

2.4.2    Kemiringan Timbunan

Desain kemiringan timbunan bendungan tergantung dari karakter material timbunan yang tersedia, kondisi tanah dasar, dan ketinggian rencana dari timbunan bendungan. Untuk stabilitas terhadap gaya seepage, biasanya ditambahkan selimut kedap air di bagian hulu (upstream) atau penambahan drainase horizontal di bagian hilir (downstream).

Kemiringan lereng di bagian hulu (upstream) dapat bervariasi dari 2:1 sampai 4:1, tapi pada umumnya untuk menjamin stabilitas, digunakan kemiringan 2,5:1 atau 3:1. Kemiringan yang relative rata di bagian hulu, biasanya dimaksudkan untuk pengganti cara perlindungan lereng dengan menggunakan impervious material. Sedangkan untuk kemiringan timbunan di bagian hilir (downstream), pada umumnya menggunakan kemiringan 2:1 jika terdapat impervious zone di downstream, dan 2,5:1 jika keseluruhan timbunan adalah impervious.

kemiringan

Gambar 2. Kemiringan Timbunan

BERSAMBUNG…

Posted by: Aryansah Pradanaputra | October 22, 2009

Transformers di Indonesia

Berawal dari obrolan bodoh mengenai mobil-mobil yang bisa berubah jadi robot a.k.a Transformers, sebut saja pelaku utamanya Saya, Ferdi, Via, Ail, dan Aang. Saya nanya, “Eh, kenapa Transformers gak mendarat di Indonesia yah..??”

Alasan yang paling masuk akal adalah si robot2 Transformers ini ternyata tipe robot yang “pemilih”. Mereka mendarat di Indonesia karena mereka pun pilih-pilih kendaraan yang pengen mereka jadikan. Bayangin aja kalo mereka mendarat di Indonesia, Bumblebee berubah jadi sedan Accord tahun 80′an, si Ironhead berubah jadi Mobil Carry tukang ngangkut sayur ke pasar impres, Rachet berubah jadi mobil ambulans pengangkut jenazah, lalu si Optimus Prime berubah jadi Truk pengangkut batu atau semen dengan tulisan di belakangnya “Rindu Bunda”, atau “Bekas Tapi Nikmat”, “Kangen Kamu”, “Perawan Janda”, dan masih banyak lagi.

Obrolan sore yang aneh bin ajaib..

Posted by: Aryansah Pradanaputra | October 17, 2009

Jangan Menyerah..

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa..

=============================================

Lagi seneng dengerin lagu ini..

Inspiring Song bagi yang sedang kehilangan asa.. =)

Hahahahaha, sama aja kalo saya ngaku lagi kehilangan asa inimah silogismenya.. hahahaha.. biarlah..

Posted by: Aryansah Pradanaputra | October 16, 2009

Ilmu dan Kehidupan

Teringatkan kembali oleh seorang Khatib shalat jumat di masjid dekat rumah saya barusan. “Dampak gempa bisa diminimalisir dengan pembangunan rumah tahan gempa yang baik..” kurang lebih begitu. Intinya bahwa sudah tidak bisa dihindari kalau Indonesia itu negara dengan potensi gempa yang tinggi sekali. Masalahnya adalah orang2 di Indonesia ini masih belum pandai untuk mengambil hikmah/pelajaran dari kejadian-kejadian yang sudah terjadi.

Khatib tadi mengambil contoh negara Jepang yang bisa mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian alam yang biasa dialami. Jepang membangun rumah tahan gempa, mencerdaskan masyarakatnya untuk aware terhadap gempa, dan lain-lain. Kenapa bisa..?? karena penerapan ilmu pengetahuan jawabannya.

Ya, Jepang sudah mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuannya untuk kehidupannya. Sebuah pelajaran lagi yang orang Indonesia harus ambil. penerapan ilmu pengetauan dan rekayasa. Ya, dampak dari gempa itu bisa di rekayasa dengan ilmu-ilmu yang ada. Contohnya itu tadi, membuat bangunan sederhana tahan gempa.

Sebenarnya, code-code, aturan-aturan untuk membangun bangunan itu sudah ada diperaturan konstruksi Indonesia, untuk rumah sederhana, hingga gedung bertingkat. Hanya yang menjadi masalah itu adalah penerapan aturan, rules-rules, pada saat pembangunan berlangsung.

Orang Indonesia itu sangat tidak DISIPLIN. Aturan udah ada, udah disediakan, tapi tetap saja dilanggar. Karena terkadang suka muncul anekdot “Peraturan ada untuk dilanggar..”. Sebenernya agak-agak goblok orang yang berfikiran seperti itu. Itulah, disiplinnya orang Indonesia itu gak ada.

Aturan pemasangan tulangan dalam gedung itu sudah ada, tapi, yah, namanya orang Indonesia dengan ketidakdisiplinannya itu terkadang mengurangi jumlah tulangan, mengecilkan dimensi kolom, wah, banyaklah error-error yang terjadi di lapangan. Ada asap, pasti sebelumnya ada apinya. Ada akibat, pasti ada akibatnya. Kenapa banyak bangunan yang runtuh saat gempa..?? yah itulah, sebenarnya ilmu rekayasa itu sudah ada, hanya tidak diterapkan pada masyarakat.

Jika kita mau rendah hati dan bercermin pada negara Jepang yang negaranya sudah “Earthquake oriented”, maka bukan tidak mungkin gedung2, rumah2 yang rusak akibat gempa bisa diminimalisir, korban jiwa bisa dihindari. Kita masih belum bisa mengambil pelajaran dari kejadian2 yang sudah kita alami. Kita bisa kok kayak negara Jepang yang kalau diguncang gempa besar, korban jiwanya bisa = 0.

Ayolah, ilmu itu diciptakan untuk kehidupan manusia yang lebih baik bukan..?? janganlah ilmu dikalahkan dengan birokrasi, janganlah ilmu itu kalah dengan anekdot-anekdot dan anggapan2 tidak berdasar di masyarakat, janganlah sepelekan ilmu.

Allah juga menurunkan ayat Al-Quran dalam surat Al-Alaq pertama itu adalah “Iqra..!!!” – “Baca dengan nama Tuhanmu..!!” Allah pun menyuruh kita untuk selalu membaca, untuk selalu belajar, untuk selalu berilmu. Ilmu itu kedudukannya tinggi di hadapan Allah. Ilmu itu salah satu parameter derajat seseorang. Masalahnya, adalah penerapan ilmu itu.

Nampaknya Indonesia harus mulai mengambil hikmah dan pelajaran. Sudah bukan jamannya birokrasi dan koneksi, saatnya ilmu yang berbicara. Mari kita perbanyak ilmu dan ciptakan tatanan masyarakat yang lebih baik. Aplikasikan ilmu kita yang udah kita dapet di bangku sekolah, bangku kuliah, dan dimanapun itu.

Kadang orang2 berilmu di kita ini masih belum terlalu dihargai, sehingga wajar banyak orang2 berilmu bekerja untuk bekerja di perusahaan asing,  orang2 berilmu masih dianggap sotoy oleh orang yang lebih senior dan tua darinya.

Kapan Indonesia bisa maju Boi..??!!!

Posted by: Aryansah Pradanaputra | October 12, 2009

Gempa Jawa Barat, September 2009 – Sebuah catatan survey bangunan

Setelah mengikuti beberapa forum mengenai kerusakan akibat gempa 2 September lalu (terutama di daerah Bandung Selatan, Pangalengan), saya baru tahu kerusakan bangunan yang besar di daerah-daerah ternyata kebanyakan akibat konstruksinya sendiri yang masih kurang memenuhi kaidah bangunan untuk pemukiman. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan dan informasi yang diperoleh oleh masyarakat mengenai cara  membangun rumah sederhana tahan gempa. Gempa itu memang tidak bisa dihindari, namun dampak kerusakan yang diakibatkan dari gempa bisa diminimalisir dengan perancangan struktur yang baik.

Sudah kita ketahui bersama kalo Indonesia ini merupakan negara subur dan kaya akan sumber daya alam. Namun, biasanya kompensasi yang diterima dari suburnya alam Indonesia ini diimbangi dengan bahaya bencana alam yang tinggi juga. Indonesia merupakan tempat pertemuan 4 lempeng besar dunia, Asia, Australia, Philipina, dan Pasifik. Hal ini yang menyebabkan Indonesia merupakan wilayah rawan gempa.

Konsep rumah tahan gempa sudah pernah di tulisan saya sebelumnya di Rumah Sederhana Tahan Gempa. Kebetulan, saya ditugaskan untuk memverifikasi data dari Pemda Jawa Barat. Saya dan beberapa teman saya melakukan survey di kab. Bandung. Beberapa Kecamatan yang kami periksa, kebanyakan di daerah Soreang, Pangalengan dan Ciwidey.

Fakta di lapangan yang saya temukan bahwa kerusakan bangunan rumah tinggal adalah banyak rumah yang hanya berupa rumah tembok. Dalam artian, rumah tanpa adanya kolom/rangka/tiang. Inilah kesalahan vital yang banyak terjadi di Indonesia dalam membangun rumah sederhana, terutama di daerah-daerah. Tanpa adanya kolom ini, bangunan rumah bagaikan susunan tumpukan bata yang ditempel oleh mortar. Digoyang dikit, hancur leburlah itu rumah. Saya menemukan banyak rumah yang masih berdiri, tapi jika kita pegang atau kita dorong dindingnya, maka goyanglah itu rumah.

Sebenarnya banyak rumah yang tidak layak huni untuk beban gempa di Indonesia. inilah, mungkin di daerah2 masih kurang penyuluhan, kurang informasi mengenai cara membangun rumah tinggal yang baik.

Ada satu hal yang menarik yang saya alami di lapangan. Rumah Panggung kayu lebih kuat dibandingkan rumah tembok. Sebagian besar, bahkan hampir semua rumah yang kami catat mengalami kerusakan akibat gempa adalah rumah tembok. Sedangkan rumah panggung kayu masih berdiri dengan kokoh (kecuali mungkin di daerah Pangalengan. Ada cerita tersendiri dari Pangalengan).

Kenapa bisa demikian..??

Pertama, rumah kayu relatif lebih ringan dibandingkan dengan rumah tembok. Sedangkan gaya gempa adalah fungsi dari massa bangunan (F=m.a). Rumah bata akan menerima beban relatif lebih besar daripada rumah kayu.

Kedua, Rumah kayu biasanya memiliki sambungan yang baik antar elemen strukturnya. Sedangkan rumah biasa (bata) biasanya memiliki sambungan antar balok dan kolom kurang baik, bahkan seperti yang saya bilang, rumah tanpa kolom, tanpa perkuatan struktur, hanya pasangan bata saja.

Ketiga, Sifat kayu relatif lebih elastis dibandingkan dengan bata dan campuran mortar. Bata dan campuran mortar lebih getas, sehingga begitu dapat beban, responnya langsung pecah, tidak seperti kayu yang masih bisa goyang2 dulu.

Wah, sebenernya budaya Indonesia juga sudah mengajarkan kita bangunan tahan gempa yah..??

Ada hal lain lagi yang saya temukan di lapangan. masalah kali ini adalah masalah data. Ternyata data awal (dari pemda) yang saya peroleh dengan data aktual yang saya dapat di lapangan adalah berbeda. Kebanyakan data yang ada di pemda itu jumlah bangunan yang rusak lebih banyak. Saya tidak bilang bahwa data tersebut di mark up atau apalah itu namanya. Tapi mungkin saja saat survey awal dengan verifikasi yang saya lakukan keadaannya sudah berbeda. Alasan pertama, mungkin banyak bangunan yang sudah diperbaiki sehingga jumlahnya berkurang saat saya verifikasi. Kedua, mungkin kriteria kerusakan (rusak berat, sedang, dan ringan) antara yang saya gunakan dengan surveyor sebelum saya adalah berbeda.

Hal lain yang saya dapatkan adalah ternyata masyarakat di beberapa desa sudah jenuh. Jenuh dengan yang namanya orang asing yang datang ke desa mereka. Karena ada anggapan di masyarakat kalo ada orang luar survey diasosiasikan dengan pemberi bantuan, sementara bantuan belum turun2 ke tangan mereka. Aduh, jadi serba salah juga sebenarnya saya survey kemaren ke desa2, karena asosiasi masyarakat pada kita yang survey pun adalah pemberi bantuan.

Posted by: Aryansah Pradanaputra | October 8, 2009

Batik Gaul

Ada lagi satu cerita lucu dan aneh yang pernah saya alami bersama kawan saya bertemakan kelakuan orang Indonesia dan budayanya.

Sudah lama, mungkin hampir 6 bulan lalu, saya dan ketiga teman saya, sebut saja Ferdi, Qjat, dan CeYeKa (bukan nama sebenarnya Red.) Kami menghadiri pernikahan salah satu kakak kelas kami di perkuliahan. Pernikahannya dilangsungkan di Hotel Savoy Homan di bilangan jalan Asia Afrika, Bandung. Yah, waktu itu kami janjian pake batik kesana, karena emang udah wajar kalo di undangan kita pake batik.

Singkat cerita, seselesainya kami dari undangan itu, kami berempat berencana nonton bioskop di PVJ.

“Boi, cemana kalo kita pake batik ke PVJ.. gak usahlah buka2 batiknya.. berani gak..??” saya berkata pada ketiga kawan saya itu.

Jreng2, akhirnya kami berempat jalan ke PVJ pake batik. Batik Gaul. Hahahaha, ada satu hal yang menarik yang saya amati waktu kami pake batik sambil jalan2 di mal. Hampir semua mata tertuju pada kami. Entah itu menganggap kami aneh, freak, atau bahkan menganggap kami sebagai pelayan toko batik yang lagi jalan2 di Mal.

Tiba2, selagi kami jalan, “Hei Ry…!!!” seorang kawan lainnya yang sedang berjalan di mal dengan kawan-kawannya menyapa kami berempat. “Eh, kok pake batik sih..??” dia bertanya. “Hmm, gapapa, lagi pengen aja..” jawabku.

Hmmm, dari perkataan kawan saya itu bisa disimpulkan bahwa batik belum cocok dipake buat dijadikan pakaian gaul. Ada orang pake batik ke mal terus nonton di PVJ  masih dianggap aneh saat itu. waktu itu batik belum diaku oleh salah satu negara tetangga kita.

Herannya, tanggal 2 oktober kemaren, hari batik nasional katanya. banyak banget orang yang pake batik. Kemana-mana pake batik, gaya, gaul, ikut trend kalo hari ini hari batik. ke mal pun pake batik, ke kampus pake batik, ke kantor, ke wc, wah pokonya kemana2 pake batik..

Ah, urang bingung.. waktu kami jalan ke mal pake batik 6 bulan lalu dianggap freak dan aneh, pas tanggal 2 oktober pake batik malahan jadi trend.. sekarang..?? pada pake batik lagi gak..?? pantesan aja batik diaku sama negara tetangga kita.. pantes aja Adidas udah berani nge-patenin batik itu hasil karya Adidas.

Kapan sih orang Indonesia mau bangga dengan hasil karyanya sendiri..?? kapan sih orang Indonesia mau cinta sama budayanya..?? kapan sih orang Indonesia mau peduli dengan barang2 dalam negerinya sendiri..??

Batik itu indah kawan.. batik itu bisa dipake jalan2 di mal.. gak hanya kalo kita ke undangan.. batik itu bisa jadi baju gaul kayak kaos gaul.. itu gimana caranya kita aja untuk mencintai milik kita sendiri..

Batik_Indonesia

Posted by: Aryansah Pradanaputra | October 7, 2009

Upacara Bendera

Dalam sebuah perjalanan menuju tempat TA (tugas akhir) saya di Jatigede bersama partner TA saya Jagur  (nama samaran. Red.) dan seorang kawan saya Bima (bukan nama sebenarnya. Red.) kami bercerita segala macem di perjalanan yang membutuhkan waktu 3 – 3.5 jam untuk mencapai Jatigede dari kampus.

Suatu ketika di daerah Sumedang, saat itu tanggal 30 September, kami melewati sebuah SD yang anak-anaknya sedang berupacara. Kami sempat bingung, kenapa kok hari rabu pada upacara..?? masa iya memperingati G 30 S/PKI..?? Ah, mungkin we buat besoknya, hari kebangkitan pancasila, 1 oktober.

“Weh, rada gaul juga tah upacara.. udah lama euy saya gak upacara..” ujar saya.

“Hahahahaha, rada uget saeutik.. kudunamah yang upacara itu yang tua-tua.. yang bapak2, yang mahasiwa-mahasiswa..” si Jagur berkata.

Eka Aprilia Arista Sari_1_Merah putih

Hmmm, dari perkataan partner saya si Jagur itu memang ada benarnya. Kenapa yah upacara hanya pas kita sekolah..?? pas kita masih SD..?? emang apa sih gunanya upacara..?? untuk penghormatan kah..?? untuk bisa lebih mencintai tanah air kita kah..?? atau hanya sekedar omong kosong dan kegiatan yang tidak berguna..??

Kalau seperti itu, kecil2 diajarkan untuk hormat, tapi sudah tua gak usah hormat lagi sama negara.. gak usah cinta lagi sama tanah air.. hahahaha, pantesan aja bangsa kita kayak gini yah..?? ckckckckck..

Kalo dipikir2, kok bangsa kita kayak udah kehilangan identitasnya aja yah..?? yang katanya tepo seliro, yang katanya gotong royong, yang katanya tenggang rasa, yang katanya hidup sederhana, yang katanya sapa, sopan santun, yang katanya saling membantu. Udah susah kayaknya nemuin orang kayak gitu di Indonesia…

Apakah sikap2 diatas hanya sebatas tulisan diatas buku PPKn saja..?? lalu apa gunanya Pahlawan2 kita dulu memperjuangkan kemerdekaan kita..?? katanya dulu kita bisa bersatu, katanya dulu kita merasa senasib dijajah..?? kita dijajah..?? hahaha, ya, kita masih dijajah.. hanya saja kita tidak sadar.. Masih banyak kebodohan di otak kita, masih mental terjajahnya kita ini.

Mudahnya, lihat saja di jalan. Betawa semrawutnya dan betapa tidak disiplinnya para pengguna jalan, angkutan kota, motor, mobil. Untuk apa ada aturan lalu lintas..?? untuk dilanggar..?? masih banyak kebodohan yang menguasai pikiran-pikiran terjajah kita.. masih sebegitu sulitnya diaturkah orang Indonesia dengan segala kebodohannya yang tidak taat pada aturan..?? masih sebegitu bodohnya kah orang2 Indonesia yang belum bisa mencintai budayanya sendiri sehingga budayanya sendiri pun dicuri..??

Sadarkah kita masih bodohnya kita saat kita mengkonfrontasi negara tetangga kita ketika kejadian (yang katanya) pencurian budaya, padahal kita pun tidak mencintai dan menghargai budaya kita sendiri..?? Masih sebegitu bodohnyakah kita saat kita bangga kalau kita pakai sepatu merek terkenal padahal itu buatan Cibaduyut yang dieksport keluar, diberi merek, lalu dijual lagi kedalam negeri kita sendiri..??

Masih sebegitu bodohnya kah kita yang tidak menyadari bahwa kain batik itu tidak hanya bisa dipakai saat undangan atau hari batik nasional tanggal 2 oktober kemaren..?? Sudah berapa bangsa lain yang mengagumi keindahan batik, sementara kita masih senang dan bangga memakai pakaian ala bangsa lain..

Sudah hilangkah kecintaan kita sama Indonesia ini seiring dengan berjalannya waktu..?? atau bahkan dari kecil pun kita sudah tidak peduli dengan tanah dimana kita berpijak..?? di tanah tempat kita dilahirkan dan dibesarkan..?? apa yang sudah kita berikan untuk ibu pertiwi..??

Masihkah kita mengaku Indonesia..?? sudah hilangkah yang namanya orang Indonesia..?? mana buktinya kalau kita mengaku Indonesia..??!!! MANA ORANG INDONESIA..??!!!!!!!!!!!!!! Jawab…!!!!!!!!

Sampah..!!!!!

cuman bisa mikirin diri sendirinya kita..!!!! Egois..!! dan bodoh..!! pake itu otak..!! keluar dari penjajahan kebodohan..!! malu sama anak kecil yang masih bisa upacara bendera dan menghormati bendera kebangsaan..

Posted by: Aryansah Pradanaputra | October 7, 2009

Post-it Love

Dapet postingan dari seorang kawan, lucu juga videonya… =)

atau bisa dilihat >> Klik disini <<

Aku Cinta Kamu.. =)

Posted by: Aryansah Pradanaputra | September 30, 2009

Kamu

… Semesta pun membisikkan keindahanmu, mengagungkannya dengan hamparan cahaya mentari yang menembus tirai-tirai kelabu malam.
Kejenuhan dunia pun hilang dengan adanya warna yang kau hadirkan
Berbagai misteri tersimpan dibalik senyuman itu, bagai senyuman rembulan pada fajar

Sayap-sayap indahmu melindungi jiwa-jiwa yang tentram. Ingatkah saat dirimu memetik bintang diatas hamparan semesta…?? saat itulah bintang-bintang luluh karena cahayamu.

Tersenyumlah, wahai Puteri, senyumanmu membangunkan kehidupan dunia. Aku berharap kita bersama…

Older Posts »

Categories